JIFMAC 2026
IHFI
IHFI
KesenianSosial Budaya

Repelita Festival Musik CHERRYPOP Segera Hadir di Yogyakarta

×

Repelita Festival Musik CHERRYPOP Segera Hadir di Yogyakarta

Share this article
IFMAC 2026


Yogyakarta, SURYAPOS (07/08/2026) — Hiruk pikuk dunia musik Yogyakarta tidak pernah berhenti. Lima tahun setelah gaung pertama dibunyikan di panggung Alpha Bravo di Bantul, festival musik Cherrypop bersiap tiba di pelataran Candi Prambanan dan dipersembahkan oleh Bank BRI. Perhelatan kelimanya akan digelar pada 22 dan 23 Agustus 2026 dengan tema Repelita Musik, kependekan dari Rekreasi, Peristiwa, Lima Tahun Musik.


Istilah “Repelita” membawa diksi masa lalu, ketika pembangunan disusun di rencana lima tahunan dan masa depan dipercaya dapat ditata melalui tabel, angka, serta pidato panjang. Cherrypop meminjam bunyinya untuk menyusun rencana berbeda: mengingat manusia, perjumpaan, dan pengalaman yang tumbuh selama lima tahun festival musik.

IFMAC 2026

Sejak gelaran Panic Room, Swasembada Musik, Selamet Bermusik, hingga Gelanggang Musik, Cherrypop konsisten membaca sejarah sosial-politik melalui kebudayaan populer. Kata-kata besar diturunkan dari mimbar, dibawa ke lapangan, disodorkan pada orang-orang yang menonton konser sambil duduk di rumput.

Di Cherrypop, sejarah tak hanya tersimpan dalam buku pelajaran. Ia dapat berbunyi melalui gitar yang sumbang, poster yang ditempel miring, kaset yang kusut dan ribuan pasang kaki yang berderap menuju panggung.

Rekreasi, sebab festival seharusnya terasa seperti liburan. Orang perlu berhenti
sesaat dari rutinitas gaduh, lalu duduk di rerumputan, berjalan tanpa tergesa, dan mendengarkan musik tanpa merasa sedang mengejar sesuatu. Perpindahan ke kawasan Prambanan menjadi usaha memberi ruang yang lebih lapang bagi pengalaman tersebut. Orang datang untuk band kesukaannya,
lalu tersesat menuju pertunjukan yang tak dikenalnya dan pulang membawa kenangan baru.

Peristiwa, sebab Cherrypop selalu mematri dirinya sebagai titik temu. Keberadaan subkultur, komunitas, musisi, perupa, sineas, pedagang rilisan, pembuat kaus,
penulis, pengarsip, keluarga dan masyarakat umum saling berpapasan. Musik hanyalah alasan pertama untuk datang. Setelah itu, segala kemungkinan dapatterjadi: kawan lama ditemukan, kerja sama dimulai, pertengkaran diselesaikan, band dibentuk, gagasan dicatat di belakang tiket, atau cinta tumbuh di dekat penjual makanan dan minuman.

Baca Juga: Pentas Musikan Mandalasana memeriah Indonesia Raya bergema


Lima Tahun, sebab usia itu cukup panjang untuk menoleh, tetap berani untuk berjalan. Ada jejak yang ditinggalkan, kekeliruan yang perlu diakui, pelajaran yang dipungut, serta wajah-wajah yang pernah hadir dan tak lagi
ditemukan. Perayaan ini mengingat lima tahun pertama sekaligus membayangkan
lima tahun berikutnya.

Andry “Boy” Kurniawan – Foto : Cherrypop Management

Seniman kontemporer Andry “Boy” Kurniawan dipercaya mengerjakan wajah visual Repelita Musik. Karya-karyanya dihuni figur berkepala bundar, tubuh kenyal, warna menyala, serta dunia ganjil yang mempertemukan humor, kegelisahan, dan fantasi.

Bahasa visual itu sejalan dengan Cherrypop yang gemar mengolah persoalan serius menjadi perayaan pop yang riuh dan mudah didekati. Di atas panggung, salah satu peristiwa penting akan hadir melalui Objek Vital Nasional (OVN), proyek perdana yang mempertemukan FSTVLST dan Jenny. Dua riwayat musik dilebur dalam satu tubuh pertunjukan, ditemani puluhan penampil dari berbagai kota, generasi, dan aliran selama dua hari perayaan.

Pada hari pertama, Sabtu, 22 Agustus 2026, FSTVLST akan membawakan set khusus “Paradoks Diametral”, disusul Stars and Rabbit, Majelis Lidah Berduri, NDX AKA, Aftershine, Senyawa, Juicy Luicy, MALIQ & D’Essentials, Never Mind“The” (Kick Jeblogs Skit), ALI, Lipstik Lipsing, Idgitaf, Biru Baru, TheMilo, MurphyRadio, Polka Wars with Alahad, Skandal yang akan tampil beda dengan kolaborasi bersama Fog String Quartet, Dongker, The Panturas, After hours, Drizzly, Statelines, Untu, Moctar, Loomers, DARUMA Rollin’, Domikado, In Inertia, Basajan, Teknoshit, Enjoy Drink, dan Pharaoh Southeast Asia.Sebagai pamungkas hari pertama, The Kick, The Jeblogs, dan The Skit akan meleburkan tiga watak dan tiga riwayat dalam satu pertunjukan bertajuk Never Mind “The”: Generasi Baru Terbakar di Cherrypop. Pertemuan band asal Kotagede, Klaten, dan Surakarta ini turut melibatkan Ican Harem alias Future Loundry, seniman lintas medium yang selama ini mempertautkan fesyen, subkultur, dan seni pertunjukan melalui praktik busana eksperimental berbasis olah ulang. Di tangannya, pakaian para musisi diperlakukan sebagai kulit kedua panggung, bergerak mengikuti tubuh dan bunyi, sementara tata visualnya merespons setiap distorsi, cahaya, serta perubahan suasana. Ketiga band itu akan saling mengambilalih lagu, bertukar personel, dan membaurkan tabiat musikalnya. Sedangkan Ican merajut seluruh kegaduhan tersebut menjadi pertunjukan yang dapat didengar, dipandang, sekaligus dikenakan. Pada penghujung malam, batas antara konser,peragaan busana, dan seni pertunjukan berpadu bersama nama-nama mereka.

Hari kedua, Minggu, 23 Agustus 2026, akan dibuka oleh peristiwa musikal OVN, laluditeruskan oleh Nadin Amizah, Reality Club yang akan membawakan set album“What Do You Really Know?”, Pandai Besi, Goodnight Electric, Elephant Kind,Perunggu, Sal Priadi, The Adams, Sigmun, Swellow, Eleventwelfth, KelompokPenerbang Roket, Orkes Pensil Alis, Bleeedrz, Jimi Multihazam dengan set debutalbum “Mollydenvm”, Alkateri, Domapine, Syrian, Notyourwife, Lostineden, 510,The Bunbury, Strummer Electro, Scantofia, Olski, Kaneyorimasaru, Passive Income,LAUSBUB, Szetroom, Rokaroke, DabWok, dan Noire.

SON

IFMAC 2026
IHFI
IFMAC 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IKIAE