JIFMAC 2026
JIFMAC 2026
IFMAC 2026
Berita

Edukasi Diseminasi Konten Positif dan Kemanan Informasi Diskominfo DIY

×

Edukasi Diseminasi Konten Positif dan Kemanan Informasi Diskominfo DIY

Share this article
0-0x0-0-0#
IFMAC 2026

(13/05/2026). Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY terus memperkuat upaya edukasi literasi digital kepada masyarakat. Salah satu isu yang kini menjadi perhatian utama adalah tingginya tingkat kerentanan mahasiswa terhadap penipuan digital serta penyebaran berita palsu di media sosial. Hal ini terungkap dalam acara penyebaran konten positif dan pendidikan keamanan informasi yang bertajuk “Waspada Hoaks: jaga privasi di era digital” yang diselenggarakan Diskominfo DIY bersama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), dengan peserta dari Universitas Alma Ata di Gedung Diskominfo DIY di Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta.

Imam Suharjo, S. T. , M. Eng. , yang menjabat sebagai Sekretaris II Mafindo dan juga dosen Teknik Informatika di Universitas Mercu Buana Yogyakarta, menyatakan bahwa masih banyak mahasiswa yang menjadi sasaran penipuan digital. Menurut Imam, dalam diskusi dengan mahasiswa terungkap bahwa sebagian dari mereka pernah menjadi korban penipuan online, meskipun berasal dari latar belakang yang terdidik dan aktif dalam menggunakan teknologi digital. “Ketika berbincang dengan mahasiswa tadi, ternyata ada beberapa yang pernah mengalami penipuan digital. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih dalam posisi rentan,” ujarnya setelah acara Diskominfo DIY, Rabu (13/5/2026). Ia berpendapat bahwa masih banyak mahasiswa yang belum memahami cara menggunakan media sosial dengan aman dan bijaksana.

IFMAC 2026

“Mahasiswa perlu mengetahui bagaimana berinteraksi dengan media sosial secara tepat, serta memahami risiko-risikonya di dunia digital,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, Imam juga menjelaskan peran Mafindo sebagai organisasi yang aktif menyelenggarakan pendidikan literasi digital di Indonesia. Melalui situs peta hoax, Mafindo menyediakan database informasi klarifikasi terkait hoaks yang dapat diakses oleh publik pada situs www.mafindo.or.id.

“Mafindo memiliki website peta hoax yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk memeriksa informasi mana yang benar dan mana yang hoaks,” ungkap Imam. Ia juga menyatakan bahwa saat ini Mafindo memiliki lebih dari seribu relawan di seluruh Indonesia dan lebih dari 50 relawan yang aktif di Yogyakarta. Selain membahas tentang hoaks dan penipuan digital, Mafindo kini juga mulai memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai etika dalam menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

“Karena sekarang AI sedang banyak diperbicangkan, kami juga memberikan pengetahuan cara menggunakan AI secara etis dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Sesi Pemaparan Mafindo

Wiwik Lestariningrum, S. T. , selaku Pranata Hubungan Masyarakat (Humas) Ahli Muda di Diskominfo DIY, menekankan pentingnya masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan media sosial dan tidak sembarangan menyebarkan informasi yang sumber serta kebenarannya belum jelas. “Kami hampir setiap tahun melaksanakan kegiatan penyebaran konten positif ini. Tujuannya adalah untuk mendidik masyarakat agar lebih cerdas dalam menggunakan media sosial dan perangkat, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” ungkapnya. Ia menegaskan perlunya budaya ‘saring sebelum sharing‘ di era informasi digital yang sangat cepat tersebar saat ini.

“Informasi harus disaring terlebih dahulu sebelum dibagikan. Maka masyarakat perlu lebih selektif dan berhati-hati,” tambahnya. Program literasi digital yang dilaksanakan oleh Diskominfo DIY tidak hanya ditujukan untuk mahasiswa, tetapi juga untuk masyarakat umum, pemuda, serta pelajar SMP dan SMA, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Wiwik menyatakan bahwa sepanjang tahun 2026, pihaknya telah melaksanakan sekitar 10 kegiatan edukasi literasi digital dan akan terus dilanjutkan di berbagai daerah di DIY. Dalam pelaksanaannya, banyak pihak terlibat mulai dari praktisi media sosial, media tradisional, komunitas literasi digital, hingga Mafindo sebagai partner utama dalam edukasi melawan hoaks. “Kami bekerja sama dengan Mafindo, media, dan berbagai mitra lainnya untuk memberikan pemahaman mengenai penyebaran konten positif, hoaks, dan penipuan online,” ujarnya. Kolaborasi ini dianggap dapat memberikan pengaruh baik dalam menghindari penyebaran berita palsu di masyarakat, terutama menjelang momen penting seperti pemilu atau isu viral di platform media sosial. Kegiatan penyebaran konten positif tersebut juga menghadirkan Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto, sebagai pembicara. Pada kesempatan ini, Eko Suwanto memotivasi mahasiswa tentang pentingnya literasi digital dan dukungan DPRD DIY terhadap program-program edukasi masyarakat yang dilaksanakan oleh Diskominfo DIY. “Kemanan data dan privasi adalah hal yang utama. Kita tidak boleh sembarangan mengambil foto seseorang tanpa meminta ijin. Jangan pernah menyebarkan nomor handphone teman kita bila kita belum meminta ijin,” tegas Eko saat memberikan pemaparan pada mahasiswa.

“Komisi A DPRD DIY selama ini telah menjadi partner Diskominfo DIY dalam mendukung berbagai program pemerintah, termasuk penguatan literasi digital dan pencegahan hoaks di masyarakat,” kata Wiwik. “Dengan kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat berperan sebagai agen literasi digital yang mampu menyebarkan informasi yang benar, menangkal hoaks, serta membantu menciptakan ruang digital yang sehat dan aman di Yogyakarta,” tambah Wiwik.

SON

IFMAC 2026
JIFMAC 2026
IFMAC 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IKIAE