Bantul (DIY), SURYAPOS.id – Seorang pria berinisial S (51) ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi di Jalan Parangtritis Km 15,2, Padukuhan Gerselo, Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, Selasa (21/7/2026) pagi.
Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan bersama tim medis dan Unit Identifikasi Polres Bantul.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan korban pertama kali ditemukan warga dalam kondisi telungkup di saluran irigasi sekitar pukul 06.00 WIB.
Baca juga: Hilang Saat Berenang di Sungai Oyo, Pria 27 Tahun Diduga Tenggelam Usai Konsumsi Miras Oplosan
“Peristiwa ini pertama kali diketahui warga yang melintas di sekitar lokasi. Karena mengenali korban sebagai warga setempat, mereka kemudian mengangkat tubuh korban dan membawanya ke rumah sebelum kejadian dilaporkan kepada pihak kepolisian,” ujar Rita, Selasa.
Menurut Rita, sebelum ditemukan meninggal, salah seorang saksi sempat melihat korban berada di sekitar lokasi sekitar pukul 05.00 WIB. Sekitar satu jam kemudian, tiga warga lainnya menemukan korban sudah tidak bergerak dalam posisi telungkup di saluran irigasi.
“Korban diketahui masih berada di sekitar lokasi sekitar pukul lima pagi. Kemudian sekitar pukul enam, warga menemukan korban sudah tidak bergerak dalam posisi telungkup di saluran irigasi,” katanya.
Baca juga: Sedang Atur Lalu Lintas, Anggota Polsek Sanden Ditabrak Pengendara Honda Beat hingga Luka Kepala
Kapolsek Jetis AKP Soni Yuniawan bersama personel Polsek Jetis, Bhabinkamtibmas, Unit Identifikasi Polres Bantul, dan petugas medis Puskesmas Jetis II kemudian mendatangi rumah korban setelah menerima laporan dari masyarakat.
Rita menjelaskan, saat petugas tiba, jenazah telah dipindahkan warga ke rumah duka sehingga pemeriksaan dilakukan di rumah korban.
“Petugas langsung melakukan identifikasi dan visum luar bersama tenaga medis untuk memastikan penyebab kematian. Seluruh prosedur kepolisian telah dilaksanakan sesuai ketentuan,” ucapnya.

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.
“Dari hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Petugas hanya menemukan lecet kecil pada bagian daun telinga kiri, sedangkan kondisi lainnya mengarah pada proses kematian alami dan masih menunggu kesimpulan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan,” tutur Rita.
Selain itu, petugas menemukan bibir korban membiru, kuku memutih, serta belum terdapat kekakuan mayat saat pemeriksaan dilakukan.
Baca juga: Polsek Mergangsan Tangkap 5 Pelaku Pengeroyokan Dua Remaja di Jalan Ireda Yogyakarta
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat epilepsi atau ayan sejak kecil dan rutin menjalani pengobatan di Puskesmas Jetis II.
“Informasi dari pihak keluarga menyebutkan bahwa korban memiliki riwayat epilepsi sejak kecil dan masih menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin. Keterangan ini menjadi salah satu informasi penting dalam proses penyelidikan yang dilakukan petugas,” kata Rita.
Korban diketahui tinggal bersama kakak perempuannya. Menurut keluarga, korban juga memiliki kebiasaan keluar rumah setiap pagi untuk buang air besar di sekitar saluran irigasi tempat jasadnya ditemukan.
Baca juga: Di Hadapan Para Lurah, MY Esti Wijayati Tekankan Pentingnya Pengamalan Nilai Pancasila
“Menurut keluarga, korban memang memiliki rutinitas setiap pagi menuju lokasi tersebut. Seluruh informasi dari keluarga maupun saksi kami cocokkan dengan hasil pemeriksaan di lapangan,” ujarnya.
Usai pemeriksaan, keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang disampaikan kepada kepolisian.
“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Meski demikian, kami tetap mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap kejadian serupa kepada kepolisian tanpa memindahkan korban dari lokasi agar proses olah tempat kejadian perkara dapat dilakukan secara maksimal,” pungkas Rita.


















