Miris, 2 Tahun Jadi Budak Nafsu Kakak Ipar.

HUT TNI KE- 77

Kediri SURYAPOS – Seorang warga Kampung Cireundeu RT 06 RW 02 Desa Girijaya Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat sebut saja DM (19) yang selama ini dilaporkan hilang oleh keluarganya, ternyata bukan hilang namun yang sebenarnya adalah melarikan diri, setelah dirinya tidak tahan dengan perlakuan kakak iparnya, yang notabene adalah suami dari kakak kandungnya, yang dengan sangat biadab melakukan pemerkosaan pada dirinya sejak Oktober 2019.

Menurut DM, yang ditemui oleh SURYAPOS di rumah orang tua angkatnya, Setiyono pada Rabu (24/11)di Kota Kediri menuturkan jika, dirinya mulai menjadi korban kebiadaban nafsu kakak iparnya adalah pada bulan Oktober 2019, saat itu dirinya masih duduk di kelas II SMA, hingga saat terakhir dirinya memutuskan kabur dari rumah kakaknya setelah sudah merasa tidak kuat lagi dengan perlakuan kakak iparnya.

Saya tinggal bersama kakak kandung saya di Sukabumi, semenjak ibu meninggal dunia dan bapak pergi entah kemana, awal Oktober saat itu tengah malam, kakak ipar saya JMD memasuki kamar yang saya tempati lewat jendela, yang langsung meremas-remas alat vital saya, begitu saya terbangun mulut saya di bungkam dan diancam agar menuruti nafsu dia, kalau tidak mau saya akan diusir dari rumah dan disiram dengan air panas”, ujar DM.

Lebih lanjut dijelaskan oleh DM, jika perlakuan kakak iparnya ini berlangsung paling sedikit 2 kali dalam seminggu, dan selalu diiringi dengan ancaman untuk mengusir kakak kandung (istri terduga pelaku) dan keponakannya (anak terduga pelaku), DM sudah berupaya menceritakan kejadian yang dialaminya pada kakak kandungnya (istri terduga pelaku) namun, kakaknya lebih mempercayai suaminya yang mengaku tidak melakukan hal tersebut.

Setelah keluarga saya tidak perduli pada apa yang saya alami, saya putus asa dan memutuskan untuk pergi tanpa pamit dari rumah kakak saya, menuju rumah bapak angkat saya yang selama ini sudah membiayai sekolah saya”, ujar DM.

Sementara itu terkait dengan apa yang dialami oleh DM, Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Kediri, yang juga Ketua Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Kota Kediri, Roy Kurnia Irawan menuturkan pada SURYAPOS jika, pihaknya akan melakukan pendampingan pada korban, DM dengan melakukan pelaporan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri, serta ke pihak Kepolisian.

Kita juga akan lakukan koordinasi dengan rekan-rekan aktivis Perlindungan Anak di Jawa Barat agar dilakukan pendampingan pada korban, mengingat TKP berada di Jawa Barat”, ujar Roy.

Sementara itu Tim Pendamping dari DP3AP2KB Kota Kediri, Ebi Yantoro saat dikonfirmasi oleh SURYAPOS menuturkan jika, pihaknya sudah membawa korban ke Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) juga sudah melakukan pemeriksaan psikologis kesehatan dan menyiapkan Tim Advokasi bagi korban.

Kami sampai apresiasi dan terima kasih pada kepedulian dan gerak cepat rekan-rekan aktivis di Kota Kediri, dalam peran sertanya memberikan perlindungan pada Perempuan dan Anak, karena itu semua adalah merupakan tanggung jawab bersama“, pungkas Ebi.

Bukti Laporan Kehilangan dari Kepolisian, yang dilaporkan oleh keluarga korban.
banner 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published.