GKBRAA Paku Alam X, Buka Pelatihan Batik Tulis.

PASARKAYU
SaeXpo 2023 Jogja

Yogyakarta SURYAPOS  – Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati (GKBRAA) Paku Alam X, membuka pelatihan batik di Joglo Balai Agung Cendana, Kegiatan yang di gagas oleh Ir.Wawan Edi Bsc Ini dilaksanakan selama 1 bulan dengan peserta 300 orang yang akan dibagi dalam 3 gelombang sesuai dengan rekomendasi satgas Covid 19.

Dalam sambutanya GKBRAA Paku Alam X menyampaikan, bahwa batik adalah warisan budaya leluhur yang sudah di akui oleh dunia maka sudah jadi kewajiban untuk dilestarikan. “Saya berharap dengan kegiatan pelatihan batik ini bisa menumbuhkan regenerasi bagi pembatik, semangat baru bagi masyarakat Yogyakarta untuk menjadi pembatik, karena batik juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi disisi lain batik itu unik dan indah di lihat, juga banyak mengandung filosofi, namun saya prihatin di jaman modern ini banyak yang sudah melupakan batik dan meninggalkan batik sebagai warisan budaya leluhur yang adiluhung”,ditambahkan Garwo Sri Paduka KGPAA Paku Alam X.

AYO PASANG IKLAN

Dalam pelatihan yang dilakukan Joglo Balai Agung Cendana juga bekerja sama dengan LPPM UAD Yogyakarta ini tidak memungut biaya sama sekali dan terbuka untuk umum, “kegiatan pelatihan ini sudah berjalan sejak tahun 2008 yang waktu itu dibuka oleh GKR Hemas dan akan tetap terus berlangsung kedepannya dengan konsep menjadikan buruh pembatik sebagai pedagang batik sehingga bisa meningkatkan perekonomian keluarga dan menjadikan batik sebagai warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya”, seperti disampaikan Ir Wawan Edi BSc, inisiator pelatihan batik di Joglo Balai Agung Cendana.

Pelatihan batik yang juga wujud sinergi masyarakat, perguruan tinggi,pemerintah dan corporate ini akan bisa jadi tonggak kebangkitan ekonomi dan kelestarian batik Ngayogyakarta Hadiningrat,ditambahkan Wawan Edi.

Pelatihan yang dibuka oleh KGBRAA Paku Alam X di Joglo Balai Agung Cendana di Semaki Kapanewon Umbulharjo ini ditandai dengan Garwo Sri Paduka KGPAA Paku Alam X membatik motif Wahyu  Tumurun di sehelai kain yang sudah disiapkan. 

Response (1)

  1. namun saya prihatin di jaman modern ini banyak yang sudah melupakan batik dan meninggalkan batik sebagai warisan budaya leluhur yang adiluhung”,ditambahkan Garwo Sri Paduka KGPAA Paku Alam X.
    Memang sangat kasihan dijoglo balai agung yang katanya di resmikan oleh GKR Hemas Telah di rusak oleh orang yang katanya pakar batik, ternyata tidak tahu tentang batik. Beberapa hari ini joglo Balai agung mewarnai tiga lembar tekstil motif batik, dan besuk pagi selasa tanggal 15 maret 2022 akan dikunci dan di lorod. Ditambah lagi ada kain sutra yang di batik tapi cuma reng rengan tanpa isen isen, sungguh mengenaskan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JIFFINA 2024 JOGJA