JIFMAC 2026
IHFI
IHFI
BeritaOlahragaWisata

Sleman Mulai Bangun Pusat Pembinaan Olahraga Air Berbasis Desa Wisata

×

Sleman Mulai Bangun Pusat Pembinaan Olahraga Air Berbasis Desa Wisata

Share this article
IFMAC 2026

Sleman (DIY), SURYAPOS.id – Kabupaten Sleman mulai mengembangkan olahraga air sebagai bagian dari pembinaan olahraga prestasi sekaligus penguatan potensi pariwisata berbasis desa wisata.

Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran Grembyangan Training Paddle, tempat latihan dayung dan arung jeram di kawasan Desa Wisata Opak Grembyangan, Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (3/10/2026).

IFMAC 2026

Grembyangan Training Paddle diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat latihan olahraga air, tetapi juga embrio pusat pembinaan calon atlet dan atlet muda di Kabupaten Sleman serta DIY. Kehadirannya diharapkan dapat membangun ekosistem olahraga yang lebih dekat dengan masyarakat dengan memanfaatkan potensi alam yang dimiliki kawasan tersebut.

Baca juga: Video Viral di Bantul, 13 Remaja Diamankan dari 3 Polsek

Program ini merupakan hasil kolaborasi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Sleman, Pemerintah Kalurahan Madurejo, serta masyarakat pengelola wisata Opak Grembyangan yang berada di bawah kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kalurahan Madurejo.

Didukung Lintas Sektor

Peluncuran Grembyangan Training Paddle mendapat dukungan dari sejumlah pemangku kepentingan yang berkaitan dengan olahraga, pengelolaan sungai, lingkungan, dan pariwisata.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pariwisata, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimkap) Prambanan.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kawasan Opak Grembyangan memiliki dimensi yang lebih luas. Selain pembinaan prestasi olahraga, kawasan ini berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air, pelestarian lingkungan, pengembangan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan desa wisata.

Ketua FAJI Kabupaten Sleman Dhanang Purwantoro, ST mengatakan, sejak awal Grembyangan Training Paddle dirancang dengan konsep yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan tempat latihan.

Menurut dia, pembinaan atlet membutuhkan ekosistem yang mempertemukan olahraga, pendidikan, masyarakat, lingkungan, dan potensi ekonomi lokal.

Baca juga: 7 Orang Diamankan Warga di Kulonprogo Usai Terdengar Teriakan “Ono Klitih”

“Kami ingin membangun tempat latihan yang bukan hanya melahirkan atlet, tetapi juga melahirkan ekosistem. Anak-anak muda bisa berlatih, masyarakat bisa terlibat, desa wisata berkembang, dan sungai tetap terjaga,” ujar Dhanang.

Bukan Sekadar Tempat Latihan

Grembyangan Training Paddle dirancang sebagai ruang untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan olahraga dayung dan arung jeram kepada generasi muda.

Ke depan, kawasan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pembinaan, mulai dari pengenalan olahraga air, latihan teknik dasar, peningkatan kemampuan fisik, latihan tim, hingga pembinaan atlet menuju kompetisi olahraga prestasi.

Baca juga: Curi iPhone 11 di Toko Buah Kulonprogo, Pelaku Ditangkap di Kebumen

Namun, konsep pengembangan kawasan tidak berhenti pada pembinaan atlet. Grembyangan Training Paddle juga diarahkan menjadi bagian dari pengembangan pariwisata air berkelanjutan di kawasan Opak Grembyangan.

Dengan konsep tersebut, sungai tidak hanya dipandang sebagai lokasi aktivitas olahraga, tetapi juga sebagai aset wisata, ruang edukasi, dan bagian dari ekosistem lingkungan yang perlu dijaga.

Pengembangan secara terpadu diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Atlet memperoleh tempat latihan, masyarakat mendapat peluang keterlibatan dan ekonomi, desa wisata memiliki aktivitas baru, sementara wisatawan mendapatkan pengalaman wisata berbasis alam.

Berpotensi Jadi Sentra Olahraga Air

Peluncuran Grembyangan Training Paddle menunjukkan bahwa desa wisata memiliki peluang untuk berkembang tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang pembinaan generasi muda dan pusat aktivitas olahraga berbasis potensi lokal.

Baca juga: KPRI Bina Satwa Salurkan 7 Tangki Air Bersih untuk Warga Dondong Saptosari

Kawasan Opak Grembyangan memiliki sejumlah modal pendukung, seperti keberadaan sungai, lingkungan alam, masyarakat lokal, serta aktivitas wisata yang telah berjalan.

Dengan pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, kawasan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi salah satu sentra olahraga air dan wisata sungai di Kabupaten Sleman.

Pengembangan olahraga berbasis desa wisata juga dapat menjadi bagian dari pembangunan daerah. Selain mendukung prestasi, olahraga dapat menjadi sarana pendidikan karakter, pemberdayaan pemuda, promosi daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Diluncurkan dalam Rangkaian Garebeg Madurejo #3

Peluncuran Grembyangan Training Paddle berlangsung pada Sabtu (3/10/2026) sebagai bagian dari rangkaian Garebeg Madurejo #3 yang digelar pada 2–4 Oktober 2026.

Peresmian dilakukan oleh Ketua FAJI DIY yang sekaligus Panitikismo Keraton Yogyakarta Ir. Agus Langgeng Basuki. Momentum tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara dunia olahraga, pemerintah kalurahan, masyarakat, dan pengembangan potensi desa wisata.

FAJI Kabupaten Sleman berharap Grembyangan Training Paddle dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan olahraga air di Sleman. Selain mencetak atlet berprestasi, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menumbuhkan budaya olahraga air di tengah masyarakat serta menjadikan sungai sebagai ruang kegiatan positif bagi generasi muda.

Baca juga: Polresta Yogyakarta Ungkap Hasil Penyelidikan Dugaan Pungli Bolosego di Alun-alun Kidul

Ke depan, pengembangan kawasan diharapkan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan tetap mengedepankan keselamatan olahraga, pembinaan prestasi, pemberdayaan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan keberlanjutan pariwisata.

Pembangunan pusat olahraga air, dengan demikian, tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas. Lebih dari itu, pengembangannya membutuhkan keterlibatan manusia, komunitas, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan.

Grembyangan Training Paddle diharapkan menjadi titik awal pengembangan olahraga air berbasis desa wisata di Sleman. Dari kawasan tersebut, olahraga, pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian sungai diharapkan dapat tumbuh secara beriringan.

GREMBYANGAN TRAINING PADDLE
Membangun Atlet.
Menghidupkan Desa.
Menjaga Sungai.

Dari Grembyangan untuk prestasi Sleman dan Yogyakarta.

IFMAC 2026
IHFI
IFMAC 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IKIAE