Yogyakarta(18/05/2026). Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan acara SPARK Camp (Kelas SPARK di Kampus). Acara ini bertujuan untuk membangun nilai-nilai integritas, tata kelola, dan kepemimpinan di kalangan generasi muda di zaman digital di Ruang Seminar Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME), dilakukan secara hibrida dan dihadiri oleh mahasiswa serta anggota akademik. SPARK Camp merupakan bagian dari persiapan menuju Risk and Governance Summit (RGS) 2026, acara tahunan yang diselenggarakan oleh OJK untuk memperkuat pemahaman lintas sektor tentang pentingnya governance, risk, and compliance (GRC) atau tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Penjaga Tata Kelola: Membangun Integritas Pemimpin Masa Depan”.

Rektor Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Mohamad Irhas Effendi, menyampaikan bahwa integritas adalah landasan penting dalam menciptakan kepemimpinan masa depan, terutama di tengah tantangan di era digital yang kian rumit. “Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), serta risiko kejahatan siber membutuhkan adanya tata kelola yang baik dan sistem manajemen risiko yang solid. Di dalam situasi global yang semakin sulit ini, good governance tidak lagi menjadi pilihan, melainkan suatu keharusan,” kata Irhas pada Senin (18/5/2026). Ia menegaskan bahwa sebagai Kampus Bela Negara yang terinspirasi dari semangat perjuangan kemerdekaan, ia terus menekankan kepada mahasiswa nilai-nilai integritas agar mereka tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan komitmen terhadap tata kelola yang baik.“Integritas bukan hanya nilai moral semata, tetapi juga merupakan dasar fundamental untuk melahirkan pemimpin yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga bertanggung jawab dan berkomitmen terhadap tata kelola yang baik,” tambahnya.
Dalam kuliah umum tersebut, Ketua Dewan Audit sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena, menekankan pentingnya implementasi governance dalam berbagai bidang, termasuk dalam konteks kehidupan generasi muda. Ia menjelaskan bahwa tata kelola yang baik tidak hanya relevan di sektor pemerintahan atau industri keuangan, tetapi juga menjadi hal penting dalam membentuk karakter mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa.
“Tata kelola yang baik adalah fondasi utama dalam membangun karakter dan kepemimpinan generasi muda di Indonesia,” ujarnya. Sophia juga menegaskan bahwa konsep governance, risk, and compliance memiliki peranan penting dalam mendukung pembangunan nasional agar berlangsung dengan cepat, tepat sasaran, adil, dan berkelanjutan.Ia mencatat bahwa perkembangan teknologi saat ini perlu diimbangi dengan tata kelola yang baik agar inovasi digital tetap berada dalam koridor etika dan akuntabilitas. “Tanpa governance, teknologi berisiko menjadi sistem canggih namun kurang etis, kontrol, keamanan dan akuntabilitasnya lemah. Sebaliknya, governance tanpa teknologi bisa terhenti sebagai kebijakan atau prosedur yang sulit dilaksanakan secara efektif. Jadi, keduanya saling melengkapi,” jelas Sophia. SPARK Camp 2026 juga menjadi wadah diskusi tentang tantangan kepemimpinan di era transformasi digital. Perkembangan AI, digitalisasi layanan, serta ancaman kebocoran data dan serangan siber dianggap memerlukan generasi muda yang tidak hanya bisa beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga menyadari pentingnya tata kelola dan kepatuhan. Melalui inisiatif ini, OJK berharap mahasiswa dapat memahami pentingnya budaya integritas di lingkungan kampus. Pemahaman ini dianggap sebagai bekal berharga ketika mereka terjun ke dunia kerja atau menjabat dalam posisi strategis di berbagai sektor. Selain kuliah umum yang dilakukan secara online, acara ini juga menyediakan sesi dialog interaktif antara anggota akademik dan para narasumber. Beberapa pejabat OJK hadir sebagai pembicara, termasuk Kusdarmawan Agustianto, Tarkosunaryo, dan Eko Yunianto.
SON


















