JIFMAC 2026
JIFMAC 2026
IFMAC 2026
BeritaSuryapos

Usulkan Udin Sebagai Pahlawan Nasional, PWI DIY Bentuk Tim Khusus dan Gelar Rapat Koordinasi

×

Usulkan Udin Sebagai Pahlawan Nasional, PWI DIY Bentuk Tim Khusus dan Gelar Rapat Koordinasi

Share this article
IFMAC 2026

Yogyakarta(23/06/2026) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY telah membentuk Panitia Khusus untuk mengusulkan wartawan Fuad Muhammad Syafruddin yang akrab disapa Udin sebagai Pahlawan Nasional. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen untuk melindungi martabat pers dan menegakkan kebebasan berpendapat. Udin sendiri, yang merupakan anggota PWI, mengalami kekerasan hingga hilang nyawa saat menjalani tugas jurnalistiknya.

PWI telah melakukan berbagai upaya untuk membela dan mendesak aparat kepolisian dalam mengungkap siapa sesungguhnya pelaku pembunuhan. Namun, hingga saat ini, pelaku masih belum teridentifikasi sejak insiden tersebut. PWI juga telah melayangkan gugatan kepada Polda DIY, tetapi sayangnya, gugatan tersebut tidak diterima.

IFMAC 2026
Ketua PWI DIY Drs. Hudono SH menyerahkan SK kpd Ketua Tim Ki Bambang Widodo (Foto: Istimewa)

Udin meninggal dunia pada 16 Agustus 1996 setelah mengalami penganiayaan pada 13 Agustus 1996. Kasus ini menjadi salah satu peristiwa kekerasan terhadap jurnalis yang paling dikenang dalam sejarah pers Indonesia. Sampai saat ini, pelaku intelektual dan pelaku utama dari kasus pembunuhan Udin belum terungkap sepenuhnya.

Udin dikenal aktif menulis laporan investigatif mengenai kebijakan publik dan pemerintahan di Kabupaten Bantul. Berdasarkan hasil Konferensi Provinsi PWI DIY pada tahun 2025, pengurus telah diberi amanat untuk memperjuangkan gelar Pahlawan Nasional bagi Udin. Sebagai langkah awal, PWI DIY membentuk Tim Khusus yang dipimpin oleh Ki Bambang Widodo SPd MPd.

Selanjutnya, PWI menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional Udin di Gedung Pusat Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, pada lantai II, Selasa (23/6/2026). Rakor dibuka oleh Wakil Rektor III UST, Dr Ari Setiawan, M. Pd. , dihadiri oleh anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY, akademisi, dewan pakar, dewan kehormatan, serta sejumlah tokoh yang berperan dalam proses pengusulan gelar pahlawan nasional bagi Udin.

Ketua PWI DIY, Hudono, menegaskan bahwa usulan Udin untuk diakui sebagai Pahlawan Nasional adalah mandat dari Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI DIY tahun 2025, yang juga telah disampaikan dalam forum Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PWI di Banten. “Ini adalah amanat dari organisasi yang harus kita perjuangkan bersama. Namun, kita juga harus menyadari bahwa proses pengusulan gelar pahlawan nasional ini bukanlah hal yang cepat. Ini memerlukan usaha yang keras, waktu yang panjang, serta dukungan dari berbagai pihak,” ujar Hudono. Dia menambahkan bahwa Tim Khusus bertugas tidak hanya untuk menyusun dokumen pengusulan, tapi juga berjuang untuk mengungkap kembali kasus pembunuhan Udin yang sampai sekarang belum memperoleh titik terang.

Suasana Rakor Tim Adhoc Udin (Foto: Istimewa)

PWI DIY berkomitmen untuk mengawal upaya ini karena Udin adalah anggota PWI yang gugur saat menjalankan tugasnya sebagai wartawan. Hudono menerangkan bahwa laporan Tim Pencari Fakta pada zamannya menyimpulkan bahwa Udin dibunuh karena aktivitas jurnalistiknya. Selama berkarier di Harian Bernas, Udin dikenal sebagai sosok yang kritis terhadap jalannya pemerintahan di Kabupaten Bantul. Tercatat sebanyak sekitar 90 berita kritis yang ditulisnya mengenai kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Udin jelas merupakan korban dari kekerasan terhadap kebebasan pers. Hingga kini, pelaku sebenarnya masih belum terungkap secara menyeluruh. Oleh karena itu, perjuangan untuk mengusulkan Udin sebagai pahlawan nasional sekaligus menjadi pengingat bagi negara agar menyelesaikan kasus pembunuhan wartawan,” terang Hudono. Ia berharap semua elemen PWI, termasuk Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, hingga Dewan Pakar, dapat menggerakkan dukungan yang lebih luas di tingkat nasional. Menurutnya, gerakan yang besar akan dapat menarik perhatian pemerintah terhadap usulan ini.

Sementara itu, Penasehat Tim Ad Hoc, Prof Dr Edy Suandi Hamid, mengungkapkan bahwa proses pengajuan gelar pahlawan nasional biasanya memakan waktu yang cukup lama dan membutuhkan dukungan dari riset akademik yang mendalam. “Jangan berharap proses ini akan selesai dalam waktu tiga bulan. Bisa jadi memakan waktu hingga lima tahun atau lebih. Namun, semua perjuangan yang berarti memang harus dimulai,” ujar Edy. Dia memberikan contoh beberapa pengusulan tokoh nasional yang memerlukan waktu lama, dimulai dari seminar, diskusi kelompok terfokus (FGD), penyusunan buku, pengumpulan dokumen sejarah, hingga penguatan rekam jejak tokoh yang diusulkan. Ia menekankan bahwa salah satu elemen penting dalam evaluasi adalah adanya dokumentasi sejarah yang kuat serta pengakuan dari masyarakat terhadap kontribusi tokoh tersebut.

Oleh karena itu, Tim Ad Hoc diharapkan segera menyusun langkah-langkah pengusulan, termasuk menyiapkan kajian akademik, menerbitkan buku, mengadakan seminar dan FGD, serta membangun jaringan dukungan dari berbagai pihak, baik di Yogyakarta maupun tingkat nasional. Sebagai informasi, Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin merupakan seorang jurnalis Harian Bernas yang meninggal pada 16 Agustus 1996 setelah mengalami kekerasan serius. Kasus kematiannya menjadi lambang perjuangan kebebasan pers di Indonesia dan hingga saat ini masih ada tuntutan publik agar pelaku sebenarnya diungkap.

Dengan adanya pembentukan Tim Ad Hoc ini, PWI DIY berharap penghormatan terhadap perjuangan Udin bisa terwujud melalui pengajuan gelar Pahlawan Nasional, sekaligus memperkuat komitmen bangsa untuk melindungi kebebasan pers dan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat.

SON

Catatan:

Susunan Panitia Ad Hoc untuk Pengusulan Udin menjadi Pahlawan Nasional

Penanggung Jawab : Ketua PWI DIY, Drs. Hudono, SH

Penasehat :Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M. Ec,

(Sekretaris Dewan Penasehat PWI DIY)

Dr. H. Achiel Suyanto, SH, MH, MBA

(Anggota Dewan Pakar DIY)

Dr. TM Luthfi Yazid, SH, LLM

(Anggota Dewan Pakar DIY)

Asriel Sutan Marajo, SH

(Anggota Tim Pencari Fakta Udin-PWI)

Pemimpin Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat

Pemimpin Redaksi Tribun Jogja

Pemimpin Redaksi Harian Jogja

Pemimpin Redaksi Radar Jogja

Ketua :Ki R Bambang Widodo, S. Pd. , M. PdWakil Ketua :Ainun Najib, Ssi, SH

Sekretaris :Ahmad Ikwanuddin

Wakil Sekretaris :Agus Susanto

Bendahara :Sigit Purwita

Anggota :Kusno Setiyo Utomo, Ssos, SH, MAP, MH,Ribut RaharjoPrimaswolo Sudjono, SPt, Drs Swasto Dayanto Yusron, Mustaqim Samento Sihono, Reren Indranila, SIP, Neti Istimewa Rukmana dan Herry Sidik, SH, Djudiman Rosihan Anwar

IFMAC 2026
JIFMAC 2026
IFMAC 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IKIAE