JIFMAC 2026
JIFMAC 2026
IFMAC 2026
BeritaPeristiwa

Sopir Bus Wisata Meninggal Mendadak saat Antar Rombongan Pulang dari Pantai Slili

×

Sopir Bus Wisata Meninggal Mendadak saat Antar Rombongan Pulang dari Pantai Slili

Share this article
IFMAC 2026

Gunungkidul (DIY), SURYAPOS.id – Seorang sopir bus wisata dilaporkan meninggal dunia secara mendadak di kawasan Pertigaan Krapyak Pantai Slili, Padukuhan Pulegundes 1, Kalurahan Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul, Jumat (14/5/2026). Peristiwa tersebut sempat membuat panik para penumpang bus yang baru saja selesai berwisata di kawasan pantai selatan Gunungkidul.

Korban diketahui berinisial DWS (47), warga Jalan Srikaton Utara, Purwoyoso, Ngaliyan, Semarang. Korban merupakan sopir bus wisata yang membawa rombongan penumpang asal Batang untuk berlibur di Pantai Slili.

IFMAC 2026

Baca juga: Nelayan Asal Srandakan Korban Laka Laut Ditemukan Meninggal di Pantai Pandansimo

Kapolsek Tepus, AKP Suryanto, S.Pd, mengatakan kejadian bermula saat korban bersama rombongan hendak kembali pulang menuju Batang usai berwisata. Bus yang dikemudikan korban melaju pelan ketika melintas di pertigaan kawasan Slili.

“Sesampainya di pertigaan Slili, korban tiba-tiba ambruk ke arah kiri saat masih berada di kursi pengemudi,” ujar AKP Suryanto dalam keterangannya. Menurutnya, kondisi tersebut langsung diketahui oleh kernet dan sejumlah penumpang yang berada di dalam bus.

Baca juga: Pohon Segawe Roboh di Pringsanggar, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Kernet bus kemudian berupaya memberikan pertolongan kepada korban. Bersama para penumpang lainnya, korban segera diturunkan dari dalam bus untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sambil menunggu petugas medis datang ke lokasi kejadian.

Tak lama berselang, personel Polsek Tepus bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Tepus I tiba di lokasi. Petugas medis langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban, namun korban dinyatakan telah meninggal dunia di tempat kejadian.

Baca juga: Diduga Hilang Kendali, Pemotor Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Tunggal di Bantul

AKP Suryanto menjelaskan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan denyut nadi korban sudah tidak teraba, napas tidak terdengar, saturasi oksigen tidak terdeteksi, serta respons cahaya pada mata negatif. Setelah dilakukan penanganan awal, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Wonosari.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan di RSUD Wonosari, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk proses penjemputan jenazah di rumah sakit.

IFMAC 2026
JIFMAC 2026
IFMAC 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IKIAE