Es Dawet Kempling Bu Yanti Yang Lagi Tenar Di Gunungkidul.

banner before

Gunungkidul SURYAPOS – Pandemi covid 19 bukan sebuah halangan untuk mencoba usaha kuliner, seperti yang dilakukan oleh Sri Suharyanti (54) tahun warga Kapanewon Ponjong Kabupaten Gunungkidul, tepatnya 200 meter utara Bank BRI Unit Ponjong, dengan membuka usaha kuliner “Es Dawet Kempling Bu Yanti”.

Usaha yang digeluti sejak empat bulan yang lalu itu, kini sudah mulai menunjukkan hasil yang signifikan, terbukti saat ini dalam setiap harinya, wanita asli Karangmojo ini mampu menjual sebanyak 250 – 300 gelas es dawet, dengan harga Rp 3500 per gelas, sebuah omset penjualan yang lumayan.

Dari pantauan SURYAPOS, Jumat (15/10) terlihat antrian dan silih bergantinya penikmat es dawet yang dibuat dari sari pati aren asli serta pemanis gula aren asli, tanpa pemanis buatan terus mengalir.

Suasana antrean pembeli Es Dawet Kempling Bu Yanti di Ponjong, 200 meter arah Utara dari BRI Unit Ponjong.

Menurut Sri Suharyanti saat ditemui oleh SURYAPOS menjelaskan jika, usaha yang dijalankannya di masa pandemi ini sangat membantu ekonomi keluarganya, dengan omset sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta setiap harinya.

Alhamdulillah dan terima kasih atas kepercayaan dari pelanggan – pelanggan saya, semoga dengan usaha ini bisa menjadi berkah dalam menopang perekonomian keluarga saat ini”, ujar Suharyanti.

Sementara itu menurut salah seorang pembeli yang ditemui oleh SURYAPOS, Diana (23) warga Kapanewon Wonosari menuturkan jika, awal mula dirinya penasaran melihat berjubelnya pembeli Es Dawet Kempling Bu Yanti setiap dirinya melewati kios milik Suharyanti tersebut hingga dicobalah untuk ikut membeli es dawet ini.

Ternyata Es Dawet Kempling Bu Yanti ini memiliki rasa dan aroma yang sangat berbeda yang belum pernah saya rasa rasakan sebelumnya, rasanya khas gula aren, jadi ketagihan sekarang“, pungkas Diana.

banner 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published.