Bupati Sleman Minta Pilurah Tidak Ada Money Politik.

banner before

Sleman SURYAPOS – Pesta demokrasi Pemilihan Lurah (Pilurah) di Kabupaten Sleman yang akan diselenggarakan secara serentak pada Minggu (31/10) mendatang, yang mana pelaksanaannya sempat tertunda akibat sejumlah pembatasan aktivitas di masa pandemi covid 19, namun seiring dengan penurunan level PPKM pada Kabupaten Sleman, pada level 2 saat ini pesta demokrasi Pemilihan Lurah dapat dilaksanakan.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo saat dikonfirmasi oleh SURYAPOS pada Jumat (29/20) terkait Pilurah, menyampaikan rasa syukurnya atas kondisi penurunan level PPKM di Kabupaten Sleman, sehingga Pilurah bisa dilaksanakan.

Meskipun saat ini Pilurah bisa dilaksanakan, namun harus tetap diingat untuk selalu berhati-hati dalam pelaksanaannya, mengingat setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah yang banyak, bisa berpotensi terjadinya penularan virus covid 19″, ungkap Kustini.

Lebih jauh ditegaskan oleh Kustini, penyelenggara Pilurah, Petugas maupun Satgas Covid 19 di wilayah masing-masing untuk tetap memperhatikan serta membuat rencana mitigasi yang aman dan melakukan upaya agar tidak ada kerumunan yang bisa berpotensi menyebarkan virus covid 19.

Yang tidak kalah pentingnya selain resiko penularan, saya tegaskan agar para calon Lurah agar tidak bermain politik uang, juga harapan saya untuk masyarakat agar tidak tergoda dengan tawaran oknum-oknum yang memberikan sejumlah uang agar memilih calon tertentu”, ujar Kustini.

Lebih lanjut disampaikan oleh Bupati Perempuan pertama di Kabupaten Sleman ini menuturkan jika, ketika berbicara Pilurah harusnya bukan soal siapa calonnya, tapi program apa yang akan dilakukan oleh para calon Lurah untuk memajukan wilayahnya, karena saat ini masyarakat sudah cerdas dalam menentukan calon pemimpinnya.

banner 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published.