JIFMAC 2026
IHFI
IHFI
BeritaPemerintahan

HUT ke-196 Gunungkidul, Sri Sultan HB X Minta Pemkab Perkuat Sektor Pertanian

×

HUT ke-196 Gunungkidul, Sri Sultan HB X Minta Pemkab Perkuat Sektor Pertanian

Share this article
IFMAC 2026

Gunungkidul (DIY), SURYAPOS.id – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tidak menjadikan industrialisasi sebagai tumpuan utama pembangunan ekonomi daerah. Menurut Sultan, penguatan sektor pertanian dan pengolahan hasil panen justru dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Sultan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-196 Kabupaten Gunungkidul. Ia menilai, Gunungkidul memiliki potensi sumber daya alam dan komoditas pertanian yang dapat dikembangkan untuk menopang perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

IFMAC 2026

Baca juga: Polisi Sita 430 Pil Putih Berlogo Y dari 2 Pemuda di Bantul

Sultan mengingatkan bahwa industrialisasi tidak selalu menjamin pemerataan kesejahteraan. Pasalnya, keberhasilan pembangunan berbasis industri sangat bergantung pada keputusan investor untuk menanamkan modal di suatu daerah.

“Saya kira, jangan berharap industrialisasi, ya, karena dengan industrialisasi tergantung pada kemauan dari investor,” tegas Sultan.

Sebagai alternatif, Sultan mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan sektor pertanian melalui peningkatan produktivitas lahan dan pengolahan komoditas lokal. Dengan demikian, petani tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat memperoleh nilai ekonomi yang lebih tinggi melalui produk olahan.

Baca juga: Mobil Toyota Agya Masuk Parit Usai Tabrakan dengan Truk Pasir di Patuk

Ia juga mengingatkan kembali gagasan yang pernah disampaikannya kepada Suharto, mantan Bupati Gunungkidul beberapa periode sebelumnya. Sultan berharap daerah tersebut dapat menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan utama perekonomian, sebagaimana filosofi Dewi Sri yang identik dengan kesuburan dan kemakmuran.

“Jadi yang penting kalau saya, ya, seperti harapan saya kepada Pak Harto (Bupati Gunungkidul beberapa periode sebelumnya), sudahlah kita anggap Dewi Sri di Gunungkidul,” ungkapnya.

Sultan menambahkan, pengembangan sektor pertanian harus diarahkan pada penciptaan produk yang mampu meningkatkan pendapatan petani. Pemerintah daerah perlu mendorong inovasi dan pengolahan hasil panen agar komoditas lokal memiliki nilai jual lebih tinggi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Baca juga: Kecelakaan di Jalan Jogja-Wonosari, Honda Accord Terperosok ke Parit

“Jadi, ya, lari ke produk-produk pertanian bisa menjadi produk yang meningkatkan perekonomian petani,” lanjut Sultan.

Selain mendorong pengembangan produk pertanian, Sultan meminta pemerintah daerah memanfaatkan potensi tanaman yang tersedia secara efisien. Menurut dia, sektor tersebut dapat menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekaligus membuka kesempatan kerja apabila dikelola dengan baik.

“Jadi tenaga kerja kan kita masuk di sektor itu. Manfaatkan secara efisien bagaimana tanaman-tanaman yang ada,” ujarnya.

Baca juga: Lansia di Gedangsari Ditemukan Tak Bernyawa, Sejumlah Bagian Tubuh Terbakar

Dalam kesempatan tersebut, Sultan juga menyoroti persoalan kebakaran hutan jati yang kerap terjadi, terutama saat musim kemarau. Ia meminta masyarakat dan pemerintah daerah memperhatikan kebersihan lahan, termasuk membersihkan tumpukan daun kering yang berpotensi menjadi bahan pemicu kebakaran.

“Makanya saya pesan sama Bu Bupati, daripada ada kebakaran hutan karena mayoritas itu jati kebon, jadi mestinya daun-daun yang jatuh kering itu dibersihkan,” kata Sultan.

Ia mengingatkan bahwa kondisi lahan yang kering dapat membuat api mudah menyebar, bahkan akibat sumber api kecil seperti puntung rokok. Karena itu, Sultan menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui pengelolaan lahan dan pembersihan material kering guna mengurangi risiko kebakaran hutan di Gunungkidul.

IFMAC 2026
IHFI
IFMAC 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IKIAE