JIFMAC 2026
JIFMAC 2026
IFMAC 2026
Edukasi

Anda Konsumen Herbal Kemasan Instan? Waspadalah Resiko Berbahaya pada Kandungannya

×

Anda Konsumen Herbal Kemasan Instan? Waspadalah Resiko Berbahaya pada Kandungannya

Share this article
IFMAC 2026

Yogyakarta(02/05/2026). Obat herbal dalam kemasan yang mudah didapat dan memberikan rasa nyaman sudah lama menjadi pilihan banyak masyarakat Indonesia ketika merasa masuk angin atau tidak sehat. Meski tampak “alami dan aman”, beberapa penelitian menunjukkan adanya potensi bahaya bagi kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.

IFMAC 2026

Salah satu bahan yang sering terdapat dalam obat herbal kemasan untuk meredakan masuk angin adalah ekstrak kayu angin (Usnea missaminensis). Zat ini mengandung senyawa aktif berupa asam usnat (usnic acid). Meskipun bersumber dari alam, senyawa ini ternyata dapat berisiko bagi kesehatan hati jika terakumulasi di dalam tubuh.

Profesor di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. apt. Agung Endro Nugroho, mengingatkan publik agar tidak terjebak hanya karena label “herbal”. “Obat alami tetaplah sebuah obat. Dasarnya, semua zat bisa menjadi berbahaya jika tidak digunakan secara bijak,” tegas Prof. Agung seperti dilansir dari situs resmi UGM. Ia menjelaskan bahwa tidak semua obat alami boleh digunakan secara sembarangan, terutama jika dipadukan dengan obat lain tanpa petunjuk yang jelas.

Peringatan ini sejalan dengan temuan penelitian dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center (MSKCC) di Amerika Serikat. Institusi riset tersebut menyatakan bahwa penggunaan suplemen yang mengandung asam usnat telah berhubungan dengan masalah toksisitas hati yang serius.

Mekanisme kerusakan terjadi pada level sel. Asam usnat yang dikonsumsi dalam jumlah berlebih dapat mengakibatkan stres oksidatif yang merusak mitokondria, atau “pabrik energi” dalam sel hati. Akibatnya, sel-sel hati kehilangan tenaga dan dapat mengalami kerusakan.

Jurnal medis terkemuka Mayo Clinic Proceedings pernah mencatat kasus gagal hati akut pada seseorang yang secara rutin mengonsumsi suplemen berbahan dasar asam usnat selama tiga bulan. Kondisi pasien tersebut memburuk dengan cepat sehingga memerlukan transplantasi hati darurat untuk menyelamatkan hidupnya.

Merespons sejumlah laporan tentang efek samping yang serius, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) bahkan mengambil tindakan tegas pada tahun 2001. FDA menghentikan peredaran produk suplemen yang menjadikan asam usnat sebagai bahan utama.

Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memang mendukung penggunaan obat berbahan alami, tetapi harus dengan syarat yang ketat terkait keamanan dan kualitas. Penggunaan obat alami harus tetap mengutamakan pentingnya uji klinis dan pengawasan yang baik.

Prof. Agung menambahkan bahwa masyarakat perlu menjadi konsumen yang bijaksana. “Memeriksa registrasi BPOM adalah langkah pertama. Jika tidak terdaftar, laporkan ke pihak berwenang. Ini sangat penting untuk menjaga masyarakat,” pesannya.

Pada akhirnya, obat herbal kemasan dapat menjadi pilihan alternatif untuk meredakan gejala ringan sesaat. Namun, konsumsi yang berlebihan atau tanpa pemahaman tentang kontennya justru bisa menimbulkan masalah kesehatan baru. Intinya sederhana, baca label dengan seksama, patuhi dosis yang dianjurkan, dan jangan pernah menganggap semua yang “alami” pasti aman untuk dikonsumsi.

SON

IFMAC 2026
JIFMAC 2026
IFMAC 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IKIAE