YOGYAKARTA (30/01/2026)– Sebanyak 28 sekolah menengah atas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menyelesaikan program pembaruan fasilitas pendidikan untuk Tahun Anggaran 2025. Acara peresmian hasil pembaruan tersebut berlangsung di Kompleks SMA Ali Maksum, Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta.
Kepala SMA Ali Maksum, KH Khoirul Fuad, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang memilih sekolahnya sebagai tempat peresmian. Ia mengatakan bahwa program pembaruan ini membawa berkah bagi sektor pendidikan.
“Terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menjadi tuan rumah peresmian hasil revitalisasi satuan pendidikan jenjang SMA se-DIY Tahun Anggaran 2025,” tutur Khoirul Fuad.
Ia menilai bahwa program revitalisasi pendidikan sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pembangunan di bidang pendidikan harus fokus pada pengembangan sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan merata.
“Program Revitalisasi Pendidikan ini sungguh merupakan berkah besar. Kami berharap bahwa pembaruan ini dapat mempercepat kemajuan pendidikan dalam mencapai Indonesia Emas 2045 yang diusung oleh Presiden Prabowo,” paparnya.
Khoirul Fuad juga berbagi cerita mengenai proses pembangunan kelas baru di SMA Ali Maksum yang berlangsung cepat. Ia membandingkan proses tersebut dengan cerita Bandung Bondowoso.
“Disiapkan dalam satu malam, dilaksanakan dalam tiga bulan, dan baru selesai tadi malam pukul 01. 00. Kami mendapatkan bantuan untuk empat ruang kelas baru, namun karena keterbatasan lahan di Krapyak, kami membangun di lantai dua,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Suhirman, menyatakan bahwa revitalisasi 28 sekolah di DIY telah rampung sepenuhnya, baik dari sisi fisik maupun laporan keuangan. Ia mengakui terbatasnya anggaran APBD DIY, sehingga bantuan dari pemerintah pusat sangat berharga.
“APBD di DIY sangat terbatas, sehingga dukungan dari pusat sangat berarti bagi kami. Dengan adanya sarana dan prasarana yang memadai, diharapkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa dapat meningkat,” ungkap Suhirman. APBD DIY pada 2025 mencapai Rp. 5.03 triliun dengan capaian Jumlah pendapatan daerah menjadi Rp4,76 triliun. Penerimaan daerah sebesar Rp. 437 Miliar. Anggaran pendidikan pada 2025 mencapai Rp. 2.47 triliun. Sumber data dari sini dan ini.

Suhirman juga menambahkan bahwa sekolah harus berkomitmen untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan seiring dengan tersedianya fasilitas yang lebih baik. Khusus untuk SMA Ali Maksum, Suhirman berharap agar sekolah tersebut bisa mewakili DIY di tingkat nasional.
“Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, harapan itu dapat terwujud. Ruang kelas baru ini diharapkan dapat mengoptimalkan proses belajar para siswa,” ujarnya.
Total dana yang digunakan untuk revitalisasi 28 sekolah di DIY mencapai Rp19.970.789.000. Di sisi lain, SMA Ali Maksum mendapatkan bantuan sebesar Rp1.183.658.000 untuk pembangunan empat ruang kelas baru.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atip Latipulhayat, SH. , LL. M. , Ph. D. , menjelaskan bahwa program revitalisasi merupakan salah satu inisiatif unggulan dari Presiden Prabowo untuk mewujudkan pendidikan berkualitas, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“Bagi pemerintah, sekolah swasta adalah mitra. Program ini memastikan setiap satuan pendidikan mendapatkan fasilitas yang pantas,” jelasnya.
Ia membenarkan bahwa pada tahun 2025, program revitalisasi dilakukan dengan mekanisme swakelola oleh masing-masing sekolah. Dari rencana awal sebanyak 13.440 sekolah, pelaksanaannya meningkat menjadi 16.150 sekolah berkat efisiensi anggaran.
“Ternyata sekolah mampu melaksanakan swakelola dengan baik, termasuk di Ali Maksum. Semua berhasil dijalankan dengan sangat baik dalam waktu singkat,” kata Atip. Untuk tahun 2026, program revitalisasi akan diteruskan dengan jangkauan yang lebih besar. Atip menyatakan bahwa Presiden Prabowo telah menyiapkan dana sebesar Rp14 triliun untuk 11 ribu sekolah, yang kemudian ditingkatkan menjadi 71 ribu sekolah.
“Dalam memperingati Hari Guru Nasional, Presiden Prabowo menambahkan anggaran untuk 60 ribu sekolah lainnya, sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 71 ribu sekolah. Hal ini disebabkan banyak fasilitas pendidikan yang sudah lebih dari 20 tahun tidak mendapatkan pembangunan,” tutupnya.
SON

















