Gunungkidul, SURYAPOS.id – Peran keibuan yang kerap dianggap naluriah oleh banyak orang justru dijadikan fondasi kerja oleh Bunda PAUD Kapanewon Semanu, Ir. Veronica Suryatinin Widantin atau yang akrab disapa Veronica Krisno Juwoto. Melalui pendekatan itu, Veronica terpilih sebagai Bunda PAUD Kecamatan Inovatif 3 dalam ajang Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025.
Menurut Veronica, figur Bunda PAUD tidak berhenti pada fungsi seremonial. Ia memandang posisi tersebut sebagai penggerak perubahan di tingkat akar rumput. Bunda PAUD, kata dia, berperan menautkan berbagai kepentingan pendidikan anak usia dini, mulai dari partisipasi masyarakat, motivasi tenaga pendidik, hingga sinkronisasi kebijakan dari level daerah sampai desa.
“Bunda PAUD itu jembatan advokasi. Ada peran fasilitasi, kolaborasi, sekaligus keteladanan. Harapannya sederhana: memastikan setiap anak Indonesia tumbuh bahagia, cerdas, dan berkarakter,” ujar Veronica saat ditemui di Kantor Kapanewon Karangmojo, Senin (24/11/2025).
Baca juga: Kecelakaan Dua Motor di Sanden, Tiga Orang Luka dan Dilarikan ke RS UII
Penghargaan nasional tersebut diberikan oleh Kemendikdasmen sebagai bentuk apresiasi kepada Bunda PAUD dari tingkat provinsi hingga desa. Penyerahan berlangsung pada Kamis (13/11/2025).
Veronica menekankan bahwa naluri keibuan merupakan nilai yang relevan untuk menjawab tantangan pendidikan masa kini. Menurutnya, cara pandang ini mampu memberi warna pada implementasi Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah yang tengah digencarkan pemerintah.
“Setiap ibu mendapat naluri dari Tuhan untuk menjaga anaknya. Bila naluri itu dihadirkan dalam pendidikan, anak-anak kita pada masa golden age akan menjadi generasi yang sanggup membawa Indonesia mencapai cita-cita Emas 2045,” kata dia.
Baca juga: Diduga Gara-gara Powerbank, Rumah di Bantul Dilalap Api Saat Penghuni Terlelap
Bagi Veronica, pencapaiannya sebagai Bunda PAUD Kecamatan Inovatif 3 bukanlah tujuan akhir. Ia menilai kerja Bunda PAUD semestinya berkelanjutan dan hadir dalam aksi nyata, bukan sekadar untuk penilaian kompetisi.
Di Gunungkidul, Veronica menyoroti dua persoalan yang menurutnya mendesak: stunting dan bullying. Ia menilai pendidikan PAUD menjadi pintu masuk penting untuk mitigasi dini, baik dari sisi kesehatan maupun perilaku sosial.
“Rasa keibuan itu membuat kita selalu khawatir pada tumbuh kembang anak. Bunda PAUD bisa menjadi ruang edukasi, bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga bagi orang tua. Keduanya perlu dibimbing agar sadar pentingnya kesehatan dan keselamatan anak,” ujarnya.
Baca juga: Heboh di Medsos! Tiga Remaja Diamankan di Piyungan, Polisi: Bukan Klitih
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan prioritas pemerintahan Prabowo yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini sebagai agenda jangka pendek dan menengah.
Dalam rangkaian Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025, hadir pula Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pembina Seruni Kabinet Merah Putih, Selvi Ananda Gibran Rakabuming. Puncak acara rencananya disiarkan melalui kanal YouTube Kemendikdasmen.
“Melalui langkah bersama Bunda PAUD, kita wujudkan masa depan bangsa yang lebih cerah, dimulai dari anak-anak hari ini. Setahun awal, bekal sepanjang hayat,” kata Veronica menutup penjelasannya.


















