Penyerahan Jagung Bersubsidi Kepada Peternak Ayam Petelur Gunungkidul

banner before

Gunungkidul SURYAPOS – Faktor kenaikan harga pakan ternak unggas terutama jagung bagi usaha peternakan unggas sudah bukan menjadi hal yang baru dalam problematika para peternak di Indonesia, termasuk di Gunungkidul.

Kenaikan harga jagung tersebut tidak di ikuti dengan harga jual, terutama telur sebagai sumber gizi termurah saat ini. Kondisi tersebut mengakibatkan kerugian di tingkat peternak, terutama peternak ayam petelur mencapai Rp. 5.000 sampai dengan Rp. 7.000 per kilogram telur.

Dengan kondisi tersebut ketua paguyuban peternak ayam petelur, Subandi menyampaikan, “kerugian yang dialami oleh peternak sudah berlarut-larut dan puncaknya 2 bulan terakhir, sehingga banyak peternak yang menyerah dan menjual ternaknya sehingga populasi ayam petelur di Gunungkidul ini menurun drastis yang dampak kedepannya ketersediaan telur di Gunungkidul akan terganggu”.

Sebagai tindak lanjut kunjungan direktur pakan Ditjen PKH drh. Agus Sunanto, MP., Sebelumnya yang di terima oleh Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto, S.Kom. M.Si., untuk mensiasati harga jagung yang melambung tinggi maka Pemerintah saat ini berikan pasokan jagung bersubsidi sebanyak 85 ton yang datang secara bertahap untuk Kabupaten Gunungkidul.

Penyerahan di serahkan kepada kelompok ternak di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul,kamis (23/09

Kasi Sarana dan Prasarana Bidang Peternakan Sunarto, S.ST., Menyampaikan harapannya kepada kelompok ternak dengan adanya perhatian dari pemerintah ini bisa membantu peternak ayam petelur di kabupaten Gunungkidul untuk menekan HPP (harga pokok produksi) dan peternak ayam petelur kembali bangkit dan meningkat populasinya.

“Dengan datangnya pasokan jagung bersubsidi ini di harapkan para peternak segera bisa bangkit lagi hingga kedepan nanti untuk produksi telur ayam di gunung kidul bisa meningkat lagi,untuk mencukupi kebutuhan masyarakat,”ungkapnya

banner 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published.