Penguatan Kader Anti Napza, Salah Satu Upaya Berantas Narkoba.

PASARKAYU
SaeXpo 2023 Jogja
Salah satu upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, dengan penguatan Kader Anti Nafza pada Selasa (14/9).

Yogyakarta suryapos.id Bakesbangpol Kota Yogyakarta bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Yogyakarta dan Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta, menyelenggarakan Penguatan Kader Anti Napza bagi kader PKK Kota Yogyakarta, pada Selasa (14/9) di Hotel Royal Darmo, Pringgokusuman Kemantren Gedong Tengen Kota Yogyakarta.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bakesbangpol Kota Yogyakarta ini, sebagai upaya menyikapi permasalahan narkoba di Indonesia umumnya dan Yogyakarta pada khususnya, saat ini bersifat urgent dan komplek, terbukti dengan maraknya penyalahgunaan dan meningkatnya jumlah pecandu narkoba, yang sejalan dengan semakin bertambahnya jumlah pengungkapan kasus narkoba dan semakin beragamnya pola dan semakin masif pula jaringan sindikatnya.

AYO PASANG IKLAN

Narkoba bukan saja mengancam jiwa dan masa depan para pecandu saja, namun juga masa depan bangsa dan negara, tanpa memandang status sosial, ekonomi, usia maupun tingkat pendidikan”, ujar Drs Baskara M.Si., Kabid Kesbang Kesbangpol Kota Yogyakarta.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta, drg Poerwati Soetji Rahajoe Sp.BM., menyampaikan bahwa, ada empat wilayah Kelurahan di Kota Yogyakarta yang menjadi Pilot Projects dari Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba).

Kami berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada BNN Kota Yogyakarta dan Bakesbangpol Kota Yogyakarta, yang telah melakukan berbagai bentuk upaya pencegahan narkoba, hingga ke tingkat kelurahan diantaranya dengan program Kelurahan Bersinar dan Penguatan Kader Anti Napza bagi kader PKK”, ujar Poerwati.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Yogyakarta, AKBP Khamdani S.Sos., menyampaikan bahwa, posisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, sangat rentan dimasuki narkoba secara ilegal, karena narkoba menjadi bisnis yang menggiurkan bagi para pelaku kejahatan Internasional.

Tiga jenis narkoba yang sering dikonsumsi adalah, ganja sebesar 65.5%, sabu sebesar 38% dan ekstasi sebesar 18% dan sebanyak 29.132 jiwa penduduk di Provinsi DIY pernah menggunakan narkoba serta 18.082 jiwa pernah melakukan penyalahgunaan narkoba dalam satu tahun terakhir“, ujar Khamdani.

Sebagai upaya pencegahan, BNN Kota Yogyakarta, menyiapkan enam program diantaranya adalah :

  1. Kelurahan Bersinar ( Bersih dari Narkoba).
  2. Ketahanan Keluarga Anti Narkoba.
  3. Pembentukan Remaja Teman Sebaya Anti Narkoba.
  4. Intervensi Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa
  5. Pemberdayaan Masyarakat Untuk Kota Tanggap Ancaman Narkoba.
  6. Intervensi Berbasis Masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JIFFINA 2024 JOGJA