Umum  

Penghayat Kepercayaan Sebagai Salah Satu Dari Kemajemukan Indonesia.

banner before

 Yogyakarta suryapos.id Para warga Penghayat Kepercayaan Kota Yogyakarta menggelar, “Sarasehan Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa” pada Selasa (7/9) di hotel Sartika Kawasan Wirobrajan Kota Yogyakarta.

   Sarasehan yang digelar Paguyuban Sastro Jendro ini, bertujuan untuk bertujuan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan berbangsa, menumbuh kembangkan akhlak moral Pancasila yang dipadukan dengan pelestarian adat budaya masyarakat sebagai wujud menjaga warisan kekayaan khasanah adat budaya Bangsa Indonesia.

   Sarasehan yang diikuti oleh Penghayat Kepercayaan yang ada di Kota Yogyakarta juga turut dihadiri oleh anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Tri Waluko Widodo, Kabid Kesbang Bakesbangpol Kota Yogyakarta, Drs Baskara M.Si., Kasubid Ideologi Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosbud dan Agama Bakesbangpol Kota Laksmi Prahani A S.Sos., Kapolsek Wirobrajan AKP Sumanto S.E., M.M., Kasi Intel Kejari Yogyakarta Edius Manan S.H., S.E., Ketua Presidium MLKI Kota Yogyakarta, R. Edi Suyudono, Ketua Paguyuban Sastro Jendro Petrus Suwardanis.

   Dalam sambutannya Kabid Kesbang Bakesbangpol Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa, Indonesia adalah negara yang majemuk yang dihuni oleh bermacam-macam Suku, Agama, dan Penghayat Kepercayaan, begitu juga di DI Yogyakarta, yang sering disebut sebagai miniatur Indonesia, karena keberagaman masyarakatnya.

   “Melalui sarasehan ini, saya berharap dapat mewujudkan Yogyakarta sebagai barometer kehidupan, bermasyarakat, berbudaya, berbangsa dan bernegara secara nasional, dan semoga Penghayat Kepercayaan di Kota Yogyakarta dapat berkembang dan lebih dikenal masyarakat umum“, pungkas Baskara.

   Sementara itu Petrus Suwardanis selaku ketua Paguyuban Sastro Jendro menyampaikan bahwa, Paguyuban dengan sesepuh KPH Darudriyo Sumodiningrat S.E., terus berkembang dari waktu ke waktu hingga saat ini, hingga saat ini sudah dibentuk kepengurusan baik di tingkat pusat maupun di daerah, sesuai dengan aturan dari Pemerintah, mengingat Paguyuban adalah organisasi massa.

   “Penghayat Kepercayaan yang keberadaanya dijamin oleh Undang-Undang, harus diayomi oleh pemangku kebijakan, agar dapat tumbuh dan berkembang dalam satu ikatan batin yang harmoni dalam membangun Kota Yogyakarta”, ujar Tri Waluko Widodo, anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta. BON.

banner 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published.