GPPE 2024

Manfaatkan Lahan tidak Produktif, Polres Kulonprogo Buka Lahan Pertanian Baru Dukung Program Kedaulatan Pangan

PASARKAYU
SaeXpo 2023 Jogja

Kulonprogo (DIY), SURYAPOS.id – Sesuai dengan instruksi dari Kapolri dalam mendukung kedaulatan pangan dengan memanfaatkan lahan yang tidak produktif, Polres Kulonprogo bersama masyarakat kerja bakti membuka lahan pertanian baru di Bulak Nglatek, Sidorejo, Kalurahan Banaran, Galur, Senin (10/6/2024)

Lahan merupakan tanah kas desa dan sebagian milik warga masyarakat, adapun kondisi awal lahan merupakan lahan kritis yang sudah tidak dimanfaatkan selama kurang lebih 15 tahun dikarenakan masalah pengairan atau irigasi yang tidak memadai, adanya vegetasi liar yang tumbuh cukup banyak dan tingkat keasaman tanah yang tinggi dengan ph 0 sampai dengan 4,5.

AYO PASANG IKLAN

“Kebijakan Presiden Jokowi melalui Program Nawacita dan konsep Ketahanan pangan nasional, dalam hal ini Polres Kulonprogo bekerjasama dengan Pemerintah memanfaatkan lahan kritis yang berada di bulak Nglatek Banaran dengan luas lahan 9,6 Ha yang berada di sebelah 3,7 Ha yang akan kami laksanakan pembukaan lahan baru,” kata Kapolres Kulonprogo AKBP Nunuk Setiyowati, S.I.K., M.H., dalam sambutan pembukaan lahan pertanian baru di Bulak Nglatek yang juga dihadiri oleh Dirreskrimum Polda DIY Kombes Fx. Endriadi, S.I.K., mewakili Kapolda D.I. Yogyakarta, Pj Bupati Kulonprogo Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.MA., Dandim Kulonprogo Letkol Arh Viki Herwandi, S.Sos., dan Anggota DPRD Kulonprogo Ibu Yuli.

“Pembukaan lahan pertanian ini seluas 9,6 Ha yang terbagi disebelah Utara seluas 5 Ha dan 4.6 Ha disisi sebelah Selatan. Kemudian kendala yang dihadapi yaitu masalah irigasi dan kondisi tanah yang tidak subur sehingga dibutuhkan treatmen khusus dalam mengembangkan pertanian di daerah Galur. Sedangkan pH lahan atau kondisi asam yaitu dengan pH sktr 0-4.5, dan sudah dilakukan treatment khusus yang dibantu oleh Dinas Pertanian DIY sehingga pH menjadi normal dan cocok untuk digunakan lahan pertanian,” terang Kapolres Kulonprogo.

“Varietas yang digunakan yaitu Varietas Ciherang yaitu varietas unggul yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Galur, kami berterima kasih kepada Dinas dinas yang telah membantu sehingga ketika masyarakat terpenuhi kebutuhan primer sandang pangan, masyarakat akan sejahtera,” imbuhnya.

Sementara itu dalam sambutanya Pj Bupati Kulonprogo Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.MA., mengatakan Launching tanam padi dalam rangka pembangunan pertanian di Bulak Nglatek, Pedukuhan Sidorejo, Banaran, Galur Kulonprogo merupakan MoU antara Kementrian Pertanian dengan Kapolri serta instruksi Kapolri dalam mendukung ketahanan pangan dengan melaksanakan pembukaan lahan pertanian dan pemanfaatan lahan pertanian yang kurang produktif.

Pj Bupati Kulonprogo Ir. Sri Rukyatsiwi, M.MA., juga memberikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Polres Kulonprogo yang telah bersinergi dengan Pemkab Kulonprogo untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Tak lupa saya sampaikan juga terima kasih dan apresiasi kepada para Penyuluh Pertanian yang senantiasa bekerja keras mendampingi para petani, baik melalui Kelompok-Kelompok Tani, KWT maupun secara langsung terjun ke lapangan.

“Pada kesempatan hari ini, kita akan bersama-sama menyaksikan pembukaan lahan pertanian baru, yang merupakan sinergi pembangunan pertanian oleh Polres Kulonprogo, dalam rangka menuju Indonesia maju. Kegiatan ini merupakan sebuah upaya peningkatan produksi melalui optimasi lahan tidur di Kabupaten Kulonprogo,” Kata Pj Bupati Kulonprogo Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.MA.,

Lebih lanjut kata Pj Bupati lokasi sawah yang terletak di Kalurahan Banaran, Galur ini merupakan lahan sawah yang sudah lama tidak dioptimalkan pemanfaatannya, dikarenakan jika memasuki musim kemarau tidak ada air, sehingga lahan sawah tidak bisa ditanami, sedangkan jika saat musim penghujan lahan tergenang air.

“Persawahan ini menjadi tergenang seperti rawa-rawa. Oleh karena itu Polres Kulonprogo melalui program ini telah mengupayakan untuk dibuat sumur-sumur, sehingga tersedia air yang cukup dan diolah lagi lahannya, agar siap ditanami,” tambah Pj Bupati Kulonprogo.

Kita ketahui bersama bahwa padi merupakan komoditas utama tanaman pangan karena merupakan makanan pokok kita sehari-hari. Apabila produksi padi meningkat, maka berarti stok pangan akan aman dan dapat meminimalkan ancaman rawan pangan.

“Kegiatan sinergitasnya pada upaya untuk menjaga stabilitas keamanan pangan masyarakat seandainya ada isu-isu atau kondisi rawan pangan. Maka dari itu Polri melalui Polres Kulonprogo ikut berupaya menciptakan suasana atau antisipasi darurat pangan untuk stabilitas keamanan masyarakat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IFMAC & WOODMAC 2024