JIFMAC 2026
JIFMAC 2026
IFMAC 2026
BeritaPeristiwa

Lansia 74 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah Setelah 2 Hari Tak Terlihat

×

Lansia 74 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah Setelah 2 Hari Tak Terlihat

Share this article
IFMAC 2026

Bantul (DIY), SURYAPOS.id – Seorang lansia berinisial B (74) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Padukuhan Dukuh Widaran, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (13/8/2026) malam.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto membenarkan adanya penemuan warga meninggal dunia tersebut. Korban ditemukan setelah selama dua hari tidak terlihat keluar rumah seperti biasanya.

IFMAC 2026

Baca juga: Motor Tabrak Pembatas Jalan di Tikungan Slumprit, 2 Mahasiswa Alami Cedera Kepala dan Patah Gigi

Kejadian itu pertama kali dicurigai tetangga korban sekitar pukul 19.40 WIB. Saat itu, warga melihat lampu rumah korban tidak menyala selama dua hari.

Kecurigaan semakin kuat karena korban yang sehari-hari tinggal seorang diri juga tidak terlihat keluar rumah untuk memberi makan ayam seperti biasanya. Warga kemudian mendatangi rumah korban sekitar pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Audiensi dengan Dewan Penasehat, GBN MI DIY Bahas Penguatan Organisasi dan SDM

Setibanya di lokasi, warga mendapati pintu rumah tidak terkunci. Namun, saat korban dipanggil dari luar, tidak terdengar jawaban dari dalam rumah.

Saksi kemudian masuk melalui pintu samping untuk melakukan pengecekan. Di area dapur, saksi menemukan korban sudah tergeletak telentang di lantai dalam kondisi meninggal dunia.

Warga selanjutnya mengumpulkan warga sekitar dan melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Bambanglipuro sekitar pukul 20.30 WIB. Polisi bersama Tim Inafis Polres Bantul dan tenaga medis Puskesmas Bambanglipuro kemudian mendatangi lokasi.

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 48 jam sebelum ditemukan.

Baca juga: Tutup TMMD Sengkuyung Ke-129, Dandim Gunungkidul Tekankan Semangat Gotong Royong

Petugas juga menemukan tanda-tanda pembusukan serta beberapa luka lecet lama dan luka terbuka pada lengan bawah kiri korban.

Meski demikian, tim medis dan kepolisian tidak menemukan indikasi tindak penganiayaan maupun unsur pidana pada tubuh korban.

Baca juga: 67 KK di Kemesu Rongkop Hadapi Krisis Air, Ra’Nggagas Solidarity Kirim 40 Tangki Air Bersih

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani tersebut diduga meninggal setelah terjatuh. Faktor usia lanjut diduga menjadi salah satu penyebab korban mengalami kondisi tersebut.

Setelah proses olah TKP dan pemeriksaan medis selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga dan warga setempat untuk kemudian dimakamkan.

IFMAC 2026
JIFMAC 2026
IFMAC 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IKIAE