Umum  

DPC GPM Bantul bagi-bagi takjil

banner before

Yogyakarta SURYAPOS Takjil adalah istilah umum untuk kudapan yang dimakan sesaat setelah berbuka puasa, biasanya berupa makanan manis seperti kolak pisang, sop buah, es campur, dan lain sebagainya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata takjil memiliki arti mempercepat dalam berbuka puasa.[1] Kata tersebut berakar dari kata ‘ajila dalam bahasa Arab yang memiliki arti menyegerakan, sehingga takjil bermakna perintah untuk menyegerakan untuk berbuka puasa.[2] ( https://id.wikipedia.org/wiki/Takjil )

Tradisi takjil yang hanya muncul saat Ramadhan menjadi media saling berbagi kepada sesama. Takjil juga mengakrabkan masyarakat karena mereka saling bertemu dan menyapa saat berkumpul di masjid sebelum waktu berbuka puasa.

Menurut Zuly Qodir, intelektual muda Muhammadiyah, takjil merupakan ajaran Nabi Muhammad supaya orang yang berpuasa memberikan makanan ringan dan minuman kepada orang lain yang juga berpuasa untuk membatalkan puasanya. 

Takjil biasanya berupa kurma yang dibagikan di masjid dan mushala. Saat ini, kemudian berkembang luas karena akulturasi dengan budaya setempat. Dari menu takjil yang awalnya kurma, di Jawa disesuaikan dengan menu setempat, Takjil lantas tidak sekadar membagikan makanan ringan dan minuman untuk membatalkan puasa, tetapi juga berupa makanan besar, seperti nasi bungkus atau nasi kotak untuk sekaligus berbuka puasa.

Jum’at, 30 April 2021. GPM ( Gerakan pemuda Marhaenis ) DPC Bantul, yang dibawah kepemimpinan Mz Sony. Bagi bagi Takjil sebanyak 600 nasi kotak. Di depan Gedung JEC ( Jogja Expo Center ) Jl. Raya Janti Jl. Wonocatur, Wonocatur, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198

Kegiataan ini merupakan ujud kebersamaan, peduli lingkungan serta emplemtasi GPM. Selamat berbuka puasa

 

banner 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published.