BNN Kota Yogyakarta, “Dibutuhkan Kewaspadaan Dini Masyarakat, Terkait Maraknya Peredaran Narkoba”.

PASARKAYU
SaeXpo 2023 Jogja
Berbagai upaya dilakukan untuk melakukan pencegahan dan edukasi bahaya narkoba, melalui penguatan Kader Anti Napza, pada Rabu (15/9).

Yogyakarta. suryapos.id Permasalahan narkoba di Indonesia umumnya dan khususnya di wilayah Yogyakarta sangat komplek dan urgent untuk dilakukan upaya penanganan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Yogyakarta, dengan berbagai upaya preventif berharap dapat menekan pengguna dan pengedar narkoba, salah satunya melalui Program Penguatan Kader Anti Napza, yang bekerja sama dengan Bakesbangpol Kota Yogyakarta dan elemen – elemen masyarakat lainnya.

Kepala BNN Kota Yogyakarta, AKBP Khamdani S.Sos., menyampaikan saat kegiatan Penguatan Kader Anti Napza Kota Yogyakarta, yang diselenggarakan pada Rabu (15/9) di Hotel Royal Darmo, dalam kurun satu dekade terakhir, jumlah penyalahguna dan pecandu narkoba mengalami kenaikan yang signifikan, begitu juga dengan jumlah ungkap kasus tindak kejahatan narkoba yang semakin naik, begitu juga ragam polanya semakin beragam serta masif.

AYO PASANG IKLAN

Dan dampak dari penyalahgunaan narkoba ini, bukan hanya mengancam kelangsungan hidup para pecandunya, namun juga mengancam kelangsungan masa depan Bangsa dan Negara dan ini menjadi tantangan bagi kita semua, seluruh elemen Bangsa”, ujar Khamdani.

Lebih lanjut, Khamdani memaparkan bahwa, tingkat peredaran narkoba sudah merambah pada berbagai level, tanpa membedakan strata ekonomi, usia maupun tingkat pendidikan dan hal ini menjadikan kita semua untuk selalu waspada, selalu melakukan upaya pencegahan di berbagai level, agar terbangun kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba.

29.132 jiwa penduduk di Provinsi DIY, pernah menyalahgunakan narkoba dan 18.082 jiwa penduduk di Provinsi DIY, dalam setahun terakhir telah melakukan penyalahgunaan narkoba, dan dalam setahun terakhir ini, ada tiga jenis narkoba yang paling banyak dikonsumsi, diantaranya adalah, ganja sebesar 65.5 %, sabu sebesar 38% dan ekstasi sebesar 18%”, pungkas Khamdani.

Sementara itu, menurut Psikolog dari Politeknik Negeri Yogyakarta (PNY), Wahyu Bintari S.Psi., M.Psi., menyampaikan bahwa, terkait dengan maraknya penyalahgunaan narkoba terutama pada generasi muda, harus dilihat jeli dan diwaspadai oleh para orang tua, dengan selalu memperhatikan pergaulan anak, karena faktor pengaruh dari lingkungan pergaulan merupakan faktor paling signifikan dalam mempengaruhi generasi muda untuk memakai dan menyalahgunakan narkoba.

Dan orang tua wajib tahu ciri-ciri anak yang menggunakan narkoba, dan harus tahu bagaimana memproteksi anak agar tidak terjerumus dalam narkoba dan yang lebih penting lagi adalah, tahu langkah seperti apa yang harus dilakukan, ketika mengetahui anak menyalahgunakan narkoba”, pungkas Wahyu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JIFFINA 2024 JOGJA