GPPE 2024

Warga Madura Demo Penyekatan Di Suramadu.

PASARKAYU
SaeXpo 2023 Jogja

BANGKALANSuryapos.id Beberapa elemen masyarakat Madura yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Madura Bersatu (KMMB) Gerakan Revolusi Pemuda dan Santri (Gerpas) dan Aliansi Mahasiswa Surabaya serentak menggelar aksi turun kejalan terkait dengan kebijakan Walikota Surabaya, Eri Cahyadi tentang pelintas Suramadu yang dinilai mendiskriminasi masyarakat Madura.
 
Kebijakan kewajiban Tes Swab Antigen maupun PCR  terhadap seluruh pelintas jembatan Suramadu yang dimulai sejak 6 Juni 2021 menimbulkan penurunan mobilitas masyarakat sehingga berdampak pada ekonomi masyarakat Madura dan dinilai mendiskriminasi masyarakat Madura.
 
Dalam aksi yang diikuti oleh ribuan massa ini dilakukan di Jembatan Suramadu sisi Madura dimulai pukul 09.00 dan direncanakan long march menuju kantor Walikota Surabaya dikawasan Jimerto Surabaya, “Tuntutan kami adalah, Eri Cahyadi harus mencabut kebijakannya, kami sudah muak dengan kebijakannya, membuat ekonomi masyarakat Madura lumpuh“ujar Ahmad Annur korlap aksi, “semua tan tretan diharapkan satu komando,kita atas nama orang Madura meminta keadilan“.
 
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi menemui korlap aksi, Ahmad Annur didepan kantor Badan Pengembangan Wilayah Surabaya – Madura (BPWS) dengan didampingi oleh satgas Covid 19 dari Surabaya maupun dari Madura. Dalam pertemuan dibahas aspirasi yang dibawa oleh massa aksi terkait dengan pelintas Suramadu.
 
Jadi warga yang melintasi jembatan Suramadu harus menunjukkan Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) dan Surat Keterangan Sehat (SKS) di penyekatan dan pengecekan sisi Bangkalan“dikatakan Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron.
 
Lebih lanjut Bupati menjelaskan SIKM dan SKS bisa diperoleh di puskesmas kecamatan masing-masing, Bupati juga berharap semua pelintas Suramadu baik R2 dan R4 untuk memastikan membawa SIKM dan SKS ketika di pos penyekatan. “apabila pengendara tidak membawanya maka warga di beri pilihan, mau putar balik ambil SIKM atau tes antigen di lokasi”.
 
Sementara Walikota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan apabila pelintas Suramadu sudah membawa SIKM dan SKS tidak perlu lagi dilakukan rapid tes antigen di Surabaya.”karena dia sudah menunjukkan bukti sehat dengan memiliki bukti SIKM dan SKS sehingga kamipun tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan” ujar Eri Cahyadi.
 
Usai pertemuan korlap aksi, Ahmad Annur menyatakan siap mendukung program SIKM dan SKS serta siap membantu mensosialisasikan kepada masyarakat luas sehingga tidak ada penyekatan lagi tapi lebih pada pengecekan dengan membawa SIKM dan SKS.Ahmad Annur juga berharap pada masyarakat yang berada di Zona merah untuk dapat mengurangi mobilitas kegiatannya guna menekan angka penyebaran Covid-19, “pencegahan ini memang harus dilakukan bersamasama,kami siap membantu Pemkab Bangkalan untuk sosialisasi kepada warga masyarakat” ujarnya menambahkan. 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IFMAC & WOODMAC 2024