Komitmen Kapolri “Potong Kepala” Untuk Perbaiki Citra Polri.

PASARKAYU
SaeXpo 2023 Jogja

Jakarta SURYAPOS – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, menunjukkan komitmennya untuk melakukan pembenahan di internal Kepolisian, mulai dilakukan dengan dikeluarkannya Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2279/X/KEP./2021 tertanggal 31 Oktober 2021 yang ditandatangani oleh AS SDM Polri Irjen Pol Wahyu Widada atas nama Kapolri, berisi pencopotan Kombes Pol Franciscus X Tarigan dari posisi Dirpolairud Polda Sulbar menjadi Pamen Yanma Mabes Polri dalam rangka evaluasi jabatan.

Sedangkan dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2280/X/KEP./2021 tertanggal 31 Oktober 2021, ditandatangani oleh As SDM Polri Irjen Pol Wahyu Widada atas nama Kapolri berisi pencopoton :

AYO PASANG IKLAN
  1. AKBP Dedi Nur Andriansyah dari posisi Kapolres Pasaman Polda Sumbar.
  2. AKBP Agus Sugiyarso dari posisi Kapolres Tebingtinggi Polda Sumut.
  3. AKBP Jimmy Tana dari posisi Kapolres Nganjuk Polda Jatim.
  4. AKBP Saiful Anwar dari posisi Kapolres Nunukan Polda Kaltara.
  5. AKBP Irwan Sunuddin dari posisi Kapolres Luwu Utara Polda Sulsel.
  6. AKBP Deni Kurniawan dari posisi Kapolres Labuhan Batu Polda Sumut.

Langkah tegas Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pimpinan Polri untuk memberikan reward and punisment bagi seluruh anggota Kepolisian, reward akan diberikan bagi anggota Kepolisian yang sudah menjalankan tugas dengan baik dan bekerja keras untuk melayani serta mengayomi masyarakat, pun sebaliknya Kapolri ke 25 ini juga akan memberikan sangsi tegas terhadap anggota Kepolisian yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, atau melanggar aturan yang ada.

Kalau tidak mampu membersihkan ekor, maka kepalanya akan saya potong, ini semua untuk kebaikan organisasi yang sudah susah payah berjuang, menjadi teladan dan pelayan, pahami setiap masalah serta suara masyarakat agar kita bisa ambil kebijakan yang sesuai”, ujar alumnus Akpol 1991 ini.

Jenderal Polisi yang berpengalaman di dunia Reserse ini mengutip sebuah pepatah, “Ikan busuk mulai dari kepala”, atau dengan kata lain segala permasalahan di internal Kepolisian dapat terjadi karena pimpinannya bermasalah atau tidak bisa jadi teladan bagi anggotanya.

Namun patut disayangkan, langkah tegas Pucuk Pimpinan Polri ini kembali dinodai dengan ulah seorang oknum anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polresta Bandara Soekarno Hatta pada Selasa (2/11) beredar sebuah rekaman video yang viral di media sosial, terkait dengan kejadian seorang oknum Polantas yang sedang melakukan penilangan terhadap sopir truck dengan meminta sekarung bawang.

Terlihat dalam rekaman video yang berdurasi sekitar 30 detik ini, seorang anggota Polantas tengah berdiri di samping sepeda motor, dan seorang sopir truck diduga adalah perekam video tersebut mengatakan, “Aku kena tilang, tapi dimintai bawangnya satu karung tuh bos, tuh bos, polisi, tolong rekan-rekan bantu kondisikan”.

Dalam rekaman tersebut dengan jelas juga disebutkan Nopol kendaraan Polantas tersebut yakni A 3870 MI, dari informasi yang didapatkan oleh SURYAPOS, Oknum anggota Polantas tersebut adalah Aiptu PDH dan yang bersangkutan saat ini sudah dilakukan pemeriksaan oleh Bid Propam Polda Metro Jaya.

Yang bersangkutan sudah dilakukan pemeriksaan oleh Propam Polda Metro Jaya, saat ini ditarik dan ditugaskan di Yanma Polda Metro Jaya dalam rangka diperiksa”, ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

Langkah tegas Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang akan memotong kepala apabila tidak bisa membersihkan ekornya, diikuti dengan sikap tegas Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Irjen Fadil Imran, saat merespon sikap anggota Polantas yang ada di jajarannya, Fadil Imran dengan tegas menyampaikan akan diblender dan dirinya tidak akan ragu-ragu menindak oknum anggota Kepolisian yang bermasalah sehingga mencoreng Institusi Polri.

Saya bilang tadi sama Pak Dirlantas, Pak Kapolri sudah memerintahkan, kalau tidak mau memotong ekornya yang busuk, kepalanya saya potong, kalau saya akan blender kepalanya sekalian yang busuk itu”, tegas mantan Kapolda Jatim itu.

Semoga dengan sikap tegas orang nomor satu di jajaran Polri ini, akan membawa institusi penegak hukum ini betul-betul bisa menjadi sesuai dengan konsep “Presisi” Kepolisian di masa depan yakni, Prediktif, Responsibilitas, Transparansi dan Berkeadilan, agar dalam memberikan pelayanan pada masyarakat lebih terintegrasi, modern, mudah dan cepat.

Dalam makalah yang disampaikan oleh Kapolri di depan Anggota DPR saat fit and proper test pada Rabu (20/1/2021), Konsep Transformasi Polri yang Presisi, hadir melalui penekanan pada upaya pendekatan Pemolisian yang Prediktif, diharapkan bisa membangun kejelasan dari setiap permasalahan keamanan dalam menciptakan keteraturan sosial di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JIFFINA 2024 JOGJA