Kab.Klaten : 5 Kampung Canangkan kampung Tangguh Narkoba

banner before

Klaten Suryapos –Pemerintah Kabupaten Klaten memberikan Apresiasi yang tinggi kepada Desa Bonyokan Jatinom atas inisiatifnya membentuk Kampung Tangguh Narkoba, Desa yang bersih dan tidak mengenal narkoba.

Wakil Bupati klaten dalam sambutannya memberi apresiasi yang tinggi kepada Kepala Desa Bonyokan, serta ibu-ibu PKK, dan remaja, yang berani atas inisiatifnya untuk mencanangkan Kampung Tangguh Narkoba, untuk menjadikan Desa Bonyokan bersih dari narkoba dan tidak dikenal narkoba.

“ ini sebuah gerakan yang luar biasa harus di dukung oleh berbagai pihak agar Pencanangan Kampung Tangguh Narkoba Desa Bonyokan Kecamatan Jatinom ini bisa sukses sehingga bisa menjadi contoh Desa lainya di Kabupaten Klaten ini,” jelas wakil Bupati ,di Gedung Wasibagno.

Pemkab Klaten mendukung dan berkomitmen penuh untuk membentuk Desa Tangguh Narkoba lainnya, sebagai upaya mencegah peredaran narkoba dikalangan generasi muda. Rencananya akan ada 5 desa membentuk program yang sama.

“Kami mendukung pencanangan ini dan nanti direncanakan tidak hanya di Desa Bonyokan.tapi Desa lainya , sementara ini nanti 5 desa di Kabupaten Klaten akan dicanangkan sebagai Kampung Tangguh Narkoba.
Harapannya kedepan supaya generasi muda kita ini bisa terhindar dari narkoba, dan bisa menjadi generasi yang cemerlang, generasi yang bersinar (Bersih dari Narkoba), sehinga bisa dibanggakan oleh orang tua dan oleh masyarakat Kabupaten Klaten,” pungkas wakil Bupati

Sementara itu Kasi Pencegahan BNN Provinsi Jawa Tengah Jamaluddin Ma’ruf mengingatkan, pencanangan ini hendaknya tidak hanya sebatas seremonial saja, namun perlu aksi nyata melalui penguatan relawan yang sudah terbentuk, guna mengetahui tugas sebagai duta anti narkoba diwilayahnya. Menurutnya tugas relawan tidak hanya sebatas membacakan ikrar saja, namum juga memiliki inisiatif untuk mengadakan program seperti sosialisasi maupun pembekalan kepada generasi muda tentang arti pentinganya anti narkoba.

“Kita jangan hanya bangga dengan seremonial saja. Kita harus bener-bener bergerak, bisa melalui ibu-ibu PKK maupun tokoh masyarakat desa setempat. Kalau kita bersama-sama bareng maju melawan narkoba, mereka (narkoba) tidak akan mempunya tempat di desa kita. Kalau narkoba tidak datang ke desa kita, anak cucu kita, generasi-generasi penerus kita akan tumbuh didalam lingkungan dan ekosistem yang sehat, insyaallah mereka akan fokus untuk menggapai mimpi dan cita-cita mereka,” jelas Ma’ruf.

Sementara itu salah satu pengurus Forum Masyarakat Anti Narkoba (Formas Annar) Klaten, Anton Sanjaya mengungkapkan, dengan telah dicanangkannya desa Bonyokan sebagai Kampung Tangguh Narkoba, harapannya tidak hanya berhenti pada pencanangan saja, namun memiki aksi dan konsekuensi untuk menjaga, membentengi, serta melawan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

“Apa yang sudah dikukuhkan hari ini tidak hanya berhenti disini, harapannya seperti itu. Sehingga nanti bisa bagaimana membentengi masayrakat Desa Bonyokan untuk melawan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika. Mari bersama-sama masyarakat untuk memerangi penyalahgunaan (dan) peredaran gelap narkotika,” pungkasnya. Di kutip dari berita Diskominfo klaten (Senin,13/09/2021) ste

banner 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published.