Sleman (DIY), SURYAPOS.id – Gerakan Bela Negara (GBN) Membangun Indonesia (MI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kegiatan koordinasi dan konsolidasi Satuan Pencarian dan Pertolongan (SAR) di Pos Aju SAR DIY, Minggu (19/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang kerap terjadi di wilayah DIY.
Koordinasi ini difokuskan pada pemantapan organisasi, peningkatan sinergi antarrelawan, serta penyusunan langkah strategis dalam mendukung penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi erupsi Gunung Merapi, gempa bumi, hingga berbagai bencana sosial lainnya.
Ketua DPP GBN MI DIY, Y. Heruwintoko, mengatakan keberadaan SAR Gerakan Bela Negara merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai bela negara yang diwujudkan melalui aksi kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Bela negara tidak hanya dimaknai sebagai upaya mempertahankan kedaulatan negara, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian sosial, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta kehadiran relawan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui SAR Gerakan Bela Negara, kami ingin terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat cinta tanah air,” ujar Heruwintoko.
Baca juga: Sidang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum pada Kasus CV Art Fashion Masuk Fase Pemeriksaan Perkara
Menurut dia, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Selain berada di kawasan lereng Gunung Merapi yang aktif, DIY juga berpotensi mengalami gempa bumi, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga berbagai bencana sosial. Kondisi tersebut menuntut adanya kesiapsiagaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Sejalan dengan kebijakan penanggulangan bencana nasional, penguatan kapasitas relawan dan masyarakat dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi risiko bencana. Upaya mitigasi, edukasi kebencanaan, serta koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terintegrasi.
Baca juga: Kecelakaan di Jalan Parangtritis Bantul, Pesepeda Ontel Alami Cedera Kepala Usai Ditabrak Mobil
Heruwintoko menegaskan, kehadiran SAR Gerakan Bela Negara tidak hanya bertugas saat terjadi bencana, tetapi juga berperan dalam membangun budaya sadar bencana melalui berbagai kegiatan pembinaan, pelatihan, dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami ingin membangun relawan yang memiliki kompetensi, disiplin, dan jiwa pengabdian. SAR Gerakan Bela Negara harus mampu menjadi mitra masyarakat maupun pemerintah dalam upaya mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. Ini adalah bentuk nyata pengamalan nilai-nilai bela negara yang hadir langsung di tengah masyarakat,” katanya.
Kegiatan koordinasi tersebut dihadiri Ketua DPP GBN MI DIY Y. Heruwintoko didampingi jajaran pengurus, yakni Sekretaris Teddy Hendrawan, S.H., M.H., Wakil Ketua Rismiyanto, S.T., Wakil Ketua Ony Agust Dhemiswara, Wakil Ketua Burhanudin Tsany, Koordinator SAR GBN Mbah Bravo, Ketua DPK Sleman Heri Noviyanto, serta sejumlah pengurus lainnya.
Melalui konsolidasi tersebut, GBN MI DIY berharap seluruh personel SAR semakin solid dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan, memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, serta berkontribusi meningkatkan ketangguhan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
