Gunungkidul (DIY), SURYAPOS.id – Komando Resor Militer (Korem) 072/Pamungkas menyatakan kesiapannya berada di bawah Komando Daerah Militer (Kodam) Mataram yang akan dibentuk melalui pemekaran wilayah Kodam IV/Diponegoro. Pembentukan Kodam baru tersebut merupakan bagian dari strategi TNI Angkatan Darat untuk memperkuat pembinaan teritorial dan meningkatkan kesiapan operasional di wilayah.
Hal tersebut disampaikan Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Yuniar Dwi Hantono, saat melaksanakan Tour of Territorial di Kodim 0730/Gunungkidul, Rabu (17/6/2026), kemarin.
Baca juga: Polsek Sedayu Tangkap Dua Residivis Pelaku Curanmor di Bantul, Berbekal Rekaman CCTV
Yuniar mengatakan, pembentukan Kodam ke-26 Mataram menjadi salah satu rencana strategis TNI ke depan. Kodam baru itu nantinya akan mencakup wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan eks Karesidenan Kedu.
“Jadi, dari rencana strategis TNI ke depan, salah satunya akan dibentuk Kodam ke-26 Mataram yang meliputi wilayah DIY dan eks Karesidenan Kedu,” kata Yuniar kepada awak media.
Baca juga: Pengedar Sabu di Banguntapan Bantul Dibekuk, Polisi Sita Hampir 88 Gram Barang Bukti
Ia menjelaskan, wilayah Magelang dan Kebumen tidak akan masuk dalam cakupan Kodam Mataram. Sebaliknya, Kodam baru tersebut akan membawahi satuan teritorial di Klaten dan Wonogiri.
Menurut Yuniar, bergabungnya wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul diharapkan dapat memperkuat sinergi pertahanan, khususnya di kawasan pesisir selatan.
Baca juga: Dugaan Pengeroyokan Remaja di Wonosari, Polisi Mulai Kumpulkan Bukti dan Periksa Saksi
“Wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul, seperti Klaten dan Wonogiri, nantinya bergabung dengan Kodam 26 Mataram. Dengan demikian, sinergi pertahanan, terutama di garis pantai selatan mulai dari Wonogiri hingga DIY, akan semakin kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kodam 26 Mataram nantinya akan membawahi sembilan Komando Distrik Militer (Kodim) yang tersebar di wilayah kerjanya.
Selain membahas pemekaran Kodam, Yuniar juga mengungkapkan rencana pembentukan Batalion Teritorial Pembangunan di Kabupaten Gunungkidul. Namun, proses tersebut masih menunggu penyelesaian perizinan lahan.
Menurut dia, TNI Angkatan Darat saat ini masih menunggu izin dari Ngarsa Dalem terkait proses hibah tanah yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan batalion tersebut.
Baca juga: Kecelakaan Lalu Lintas di Paliyan, Honda Beat Tabrak Pejalan Kaki di Utara Jembatan Karangmojo
“Untuk Batalion Teritorial Pembangunan di Kabupaten Gunungkidul, saat ini kami masih berproses menunggu izin dari Ngarsa Dalem. Sambil menunggu proses hibah tanah, TNI Angkatan Darat tetap mempersiapkan pembentukan batalion tersebut,” kata Yuniar.
Pembentukan Kodam Mataram dan Batalion Teritorial Pembangunan diharapkan dapat memperkuat sistem pertahanan wilayah, meningkatkan koordinasi antarsatuan, serta mendukung percepatan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.
