BeritaEdukasi

Membaca Sustainability Report 2025 PT Bank Maybank Indonesia Tbk

JAKARTA, SURYAPOS — Di tengah tekanan ekonomi global, perubahan iklim, dan tuntutan terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab, sektor perbankan menghadapi pertanyaan besar: sejauh mana keberlanjutan benar-benar menjadi bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar narasi tahunan?

Pertanyaan itu relevan untuk membaca Sustainability Report 2025 milik PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Dalam laporan setebal lebih dari 200 halaman itu, Maybank Indonesia berupaya menunjukkan bahwa agenda keberlanjutan atau Environmental, Social, Governance (ESG) bukan lagi sekadar pelengkap citra perusahaan, melainkan mulai masuk ke jantung strategi bisnis.

Namun, sebagaimana lazimnya laporan keberlanjutan perusahaan, tantangan terbesar bukan pada banyaknya program, melainkan seberapa besar dampaknya terhadap model bisnis utama bank.

Pembiayaan Berkelanjutan Mulai Menguat

Salah satu indikator yang menonjol dalam laporan Maybank 2025 ialah peningkatan pembiayaan berkelanjutan. Hingga akhir 2025, pembiayaan yang dikategorikan sebagai kegiatan usaha berkelanjutan mencapai Rp21,23 triliun, atau sekitar 19,55 persen dari total kredit bank.

Maria Trifany Fransiska, Head Sustainability Maybank Indonesia

Angka ini memperlihatkan bahwa pembiayaan berbasis keberlanjutan mulai memperoleh tempat lebih besar di dalam portofolio bisnis perusahaan. Fokus pembiayaan tersebar pada sektor energi terbarukan, efisiensi energi, pengendalian polusi, serta pengelolaan lingkungan.

Maria Trifany Fransiska, Head Sustainability Maybank Indonesia menjelaskan “Keberlanjutan bukan sekadar program tahunan atau kampanye musiman. Ini adalah nilai inti yang tertanam dalam DNA perusahaan, terintegrasi ke dalam strategi jangka panjang, tata kelola, dan pengambilan keputusan sehari-hari.”

Menurut Maria, prinsip Green Finance yang dilaksanakan Maybank selalu berfokus pada pendanaan proyek yang berwawasan lingkungan. Salah satunya adalah ketegasan dalam memilih calon debitur yang akan diberikan pembiayaan. Maybank bahkan menolak pengajuan pendanaan proyek batu bara karena dampak dari proyek tersebut sangat merusak lingkungan.

“Contoh terkait dengan pembiayaan terhadap perusahaan yang melakukan deforestasi, kami tidak akan mengeluarkan pendanaan untuk itu. Mau seberapa pun nilai investasinya, mau seberapa menguntungkan untuk kita, Maybank tidak akan masuk,” kata Maria Indonesia. Sementara di sisi pembiayaan industri, pada 2025 tercatat Maybank mendukung pembangunan pabrik mobil listrik VinFast di Indonesia melalui pembiayaan berkelanjutan. Maybank Indonesia menyediakan term loan sebesar 20 juta dollar AS yang diharapkan akan mendorong pertumbuhan proyek pembangunan pabrik mobil listrik yang berlokasi di Subang, Jawa Barat.

Ringkasan Kinerja Pembiayaan Berkelanjutan Maybank 2025

IndikatorNilai 2025Catatan
Total pembiayaan berkelanjutanRp21,23 triliun19,55% total kredit
Kredit UMKMRp17,06 triliun15,70% total kredit
Sustainable Finance MobilisedRp8,24 triliunProyek hijau & sosial
Total kredit bankRp123,64 triliunTurun dibanding 2024

Di satu sisi, kenaikan pembiayaan hijau menunjukkan komitmen nyata. Namun di sisi lain, masih diperlukan percepatan jika target transisi ekonomi rendah karbon ingin tercapai lebih cepat.

Emisi Karbon Turun, tetapi Belum Menjawab Semua Tantangan

Dari sisi lingkungan, Maybank mencatat penurunan emisi karbon operasional. Emisi Scope 1 dan Scope 2—yang mencakup penggunaan bahan bakar langsung dan konsumsi listrik—turun dibanding tahun sebelumnya.

Penurunan ini menandakan efisiensi operasional mulai berjalan, terutama melalui pengelolaan energi gedung dan digitalisasi layanan.

Ringkasan Kinerja Lingkungan

Indikator Lingkungan20242025Perubahan
Emisi Scope 1 (ton CO₂e)2.4062.102Turun
Emisi Scope 2 (ton CO₂e)29.26625.505Turun
Total energi (MWh)8.2657.537Turun
Konsumsi air112,34 MLNaik

Kendati demikian, penurunan emisi operasional belum otomatis menggambarkan rendahnya jejak karbon keseluruhan. Dalam industri perbankan, emisi terbesar justru sering berasal dari proyek yang dibiayai (financed emissions), sesuatu yang masih berkembang pengukurannya di banyak bank Indonesia. Dengan kata lain, tantangan berikutnya bagi Maybank bukan hanya mengurangi listrik kantor, tetapi juga memastikan pembiayaan mereka semakin menjauh dari sektor intensif karbon.

Program Sosial Semakin Luas

Pada aspek sosial, Maybank terlihat cukup agresif membangun program pemberdayaan. Fokus utama diarahkan pada perempuan pelaku usaha, UMKM, literasi keuangan, dan pembangunan komunitas.

Program seperti HERPower, R.I.S.E, hingga pendidikan literasi keuangan menjadi sorotan utama. Program Maybank HERPower bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan memperkuat usaha mikro dan kecil (UMKM), dengan fokus khusus pada pemberdayaan perempuan di Indonesia. Sementara program R.I.S.E. (Reach Independence and Sustainable Entrepreneurship), yang dirancang untuk mendukung komunitas yang kurang beruntung, khususnya Penyandang Disabilitas (PWD) di ASEAN, telah memberikan dampak positif pada kehidupan 19.385 peserta di Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Laos.

Ringkasan Dampak Sosial 2025

Program / DampakCapaian
Rumah tangga terdampak400.349
Sustainability hours388.651 jam
Peserta literasi keuangan45.701 orang
Perempuan pengusaha terdampak10.107

Kekuatan Maybank tampaknya memang berada di wilayah dampak sosial. Namun, sebagian indikator masih berbasis jumlah peserta atau aktivitas. Ke depan, tantangannya adalah mengukur dampak ekonomi jangka panjang: apakah pendapatan peserta meningkat, bisnis UMKM tumbuh, atau kesejahteraan keluarga benar-benar berubah.

Tata Kelola Semakin Ketat

Di sisi tata kelola (governance), Maybank menunjukkan peningkatan keterwakilan perempuan di level kepemimpinan dan memperkuat budaya kepatuhan.

Bank mencatat pelatihan anti-fraud mencapai hampir seluruh karyawan, sementara indeks fraud relatif rendah.

Ringkasan Tata Kelola

Indikator Governance2025
Perempuan di Dewan Komisaris50%
Perempuan di manajemen senior33%
Pelatihan anti-fraud100%
Fraud index0,30%

Bagi industri jasa keuangan, aspek tata kelola menjadi fondasi penting karena berkaitan langsung dengan kepercayaan publik.

Bergerak ke Arah yang Tepat, tetapi Belum Final

Secara keseluruhan, Sustainability Report Maybank 2025 memperlihatkan kemajuan yang cukup nyata. ESG mulai bergerak dari sekadar aktivitas filantropi menuju strategi bisnis.

Namun, transformasi itu masih berada pada tahap awal. Porsi pembiayaan hijau masih terbatas, sementara pengukuran dampak sosial dan emisi pembiayaan belum sepenuhnya matang.

Bagi Maybank, pekerjaan rumah berikutnya adalah memperbesar pembiayaan rendah karbon sekaligus membuktikan bahwa keberlanjutan dapat berjalan beriringan dengan profitabilitas bisnis.

Di tengah tekanan ekonomi yang semakin kompleks, keberhasilan ESG pada akhirnya tidak diukur dari tebalnya laporan tahunan, melainkan dari seberapa jauh strategi itu mengubah cara bank menghasilkan keuntungan.ESG adalah singkatan dari Environmental, Social, and Governance (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola). Ini adalah kerangka kerja yang digunakan untuk mengukur keberlanjutan dan dampak etis suatu perusahaan, melampaui metrik keuangan tradisional untuk mengevaluasi bagaimana suatu organisasi mengelola risiko dan peluang yang terkait dengan planet, karyawan, dan akuntabilitas perusahaan.

SON

Exit mobile version