Jakarta – Suryapos.id. Di tengah ekonomi global yang bergerak tak menentu, keputusan berinvestasi kian menuntut kehati-hatian. Gejolak pasar keuangan, pelemahan nilai tukar, hingga tensi geopolitik yang belum mereda menjadi faktor yang membayangi pergerakan aset. Situasi ini membuat banyak investor memilih pendekatan yang lebih terukur dalam mengelola kekayaan. Melalui layanan wealth management modern, nasabah dinilai dapat menyusun strategi investasi yang lebih adaptif sehingga pengelolaan aset tidak mudah goyah oleh gejolak jangka pendek.
Ketidakpastian ekonomi memang menjadi bagian dari lanskap investasi saat ini. Namun, di tengah berbagai tekanan tersebut, pengelolaan kekayaan tidak lagi semata mengejar imbal hasil tinggi, melainkan juga menjaga stabilitas aset dan keberlanjutan nilai dalam jangka panjang. Pendekatan wealth management hadir sebagai salah satu solusi agar nasabah dapat mengambil keputusan investasi secara lebih rasional tanpa terjebak kepanikan pasar.
Bagi sebagian investor, volatilitas justru menjadi pengingat bahwa investasi membutuhkan strategi, bukan sekadar spekulasi. Volatilitas adalah ukuran statistik yang menunjukkan seberapa cepat dan tajam harga suatu aset keuangan (seperti saham, mata uang, atau komoditas) naik atau turun dalam periode tertentu. Semakin tinggi volatilitas, semakin besar perubahan harga dan risiko yang melekat pada aset tersebut. Dengan pendampingan dan perencanaan finansial yang tepat, nasabah dapat lebih tenang menghadapi dinamika ekonomi sekaligus menjaga tujuan keuangan tetap berada di jalurnya.
Laporan tahunan dan performa Wealth Management PT Bank Maybank Indonesia Tbk untuk tahun buku 2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid. Dana kelolaan (AUM) wealth management tercatat berhasil membukukan pertumbuhan yang konsisten, didorong oleh diversifikasi portofolio investasi nasabah serta peningkatan pendapatan komisi (fee-based income). Dana kelolaan Wealth Management (AUM) Maybank Indonesia berhasil menjaga pertumbuhan sebesar 12% YoY. AUM (Assets Under Management) adalah total nilai pasar investasi yang dikelola oleh lembaga keuangan, reksa dana, atau manajer kekayaan atas nama klien. Ini adalah metrik kunci yang digunakan untuk mengukur ukuran, skala operasional, dan kredibilitas perusahaan investasi.
Pendapatan Aset: Segmen ini memberikan kontribusi yang signifikan, di mana Non-Interest Income (pendapatan non-bunga) Maybank Indonesia mengalami peningkatan sebesar 8,1%, yang sebagian besar didorong oleh pengelolaan aset.Laba Perusahaan: Laba sebelum pajak (PBT) Maybank Indonesia tercatat naik 38,9% mencapai Rp2,22 triliun secara keseluruhan.
Untuk mengunduh dokumen lengkapnya, Anda dapat mengakses Laporan Tahunan 2025 (termasuk tinjauan keberlanjutan dan tata kelola) melalui Laporan Tahunan Maybank Indonesia. Laporan terperinci mengenai Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 dapat pula dilihat pada Maybank Indonesia Financial Statements: https://share.google/Qtz7KNwCfT8wmECOn
Pada 2025, Maybank aktif menjual 7 seri Surat Berharga Negara (SBN) Ritel, baik konvensional maupun syariah, kepada nasabah wealth management. Selain itu, bank menambah 6 seri obligasi pemerintah dalam rupiah dan dolar AS untuk diversifikasi portofolio nasabah. Di tengah ketidakpastian pasar, Maybank terlihat mendorong investasi yang relatif lebih aman dan stabil—khususnya obligasi negara—ketimbang terlalu agresif ke instrumen berisiko tinggi.
Maybank Indonesia semakin agresif menggeser model bisnis dari sekadar menyalurkan kredit menjadi pengelola kekayaan nasabah. Pada 2025, lini wealth management tumbuh 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi motor penting pendapatan berbasis komisi di tengah kompetisi bunga perbankan.
Strategi ini ternyata mulus dijalankan sejak 2024. Ketika pertumbuhan kredit mulai melambat, Maybank Indonesia memilih memperkuat bisnis pengelolaan kekayaan. Targetnya adalah nasabah tertentu dengan layanan eksklusif. Layanan Nasabah Premier Maybank adalah layanan perbankan eksklusif bagi nasabah yang memiliki Total Relationship Balance (TRB) atau dana kelolaan/pengendapan minimal sebesar Rp500 juta, yang dialokasikan ke dalam produk tabungan, giro, deposito, investasi, atau bancassurance di Maybank.
Johan Kesuma Harsa, Head, Wealth Management Distribution and Specialist Maybank Indonesia menjelaskan, strategi Wealth Management adalah proses pendampingan nasabah dalam waktu yang panjang. “Kita dampingi nasabah Maybank sejak awal ia menjadi pekerja yang mulai menabung. Lalu semakin dewasa, nasabah tersebut harus menyiapkan dana untuk pembelian rumah, menikah dan merencanakan biaya pendidikan anak. Lalu seiring berjalannya waktu, nasabah tersebut sudah memiliki cukup kekayaan dan kami memberikan jasa konsultasi Wealth Management agar nasabah tersebut mau berinvestasi terhadap berbagai instrumen investasi yang kami kelola dengan profesional.”
Menjadi nasabah segmen ini/Nasabah Premier mendapatkan berbagai fasilitas dan keistimewaan. Selain perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan, nasabah mendapatkan fasilitas sebagai berikut:
- Fasilitas Lifestyle & Travel
- Layanan Eksklusif: Didampingi oleh Relationship Manager (RM) profesional yang membantu mengelola dan mengembangkan portofolio keuangan atau aset Anda secara personal.
- Perbankan Prioritas: Penawaran khusus untuk suku bunga simpanan dan pinjaman, serta limit transfer harian hingga Rp10 miliar.
- Keuntungan Keluarga: Layanan konsultasi pendidikan di luar negeri dan program magang eksklusif untuk anak nasabah.
Strategi Maybank dalam mengelola lini wealth management terbukti menjadi terobosan yang menguntungkan bisnis perbankan. Hal yang utama adalah kepercayaan dan cara memperlakukan nasabah sebagai partner kerja yang diberikan rasa aman dan nyaman dalam setiap transaksi perbankan dan pengelolaan asetnya agar tetap tumbuh sepanjang masa.
SON
