BeritaUmum

Joget Dangdut Bareng Om Lorenza di Gunungkidul, Donasi untuk Warga Terdampak Kekeringan Tembus Rp 134 Juta

Gunungkidul (DIY), SURYAPOS.id – Alunan musik dangdut lawas dari Orkes Melayu (OM) Lorenza menghidupkan suasana Alun-alun Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (9/10/2026) malam. Di tengah kemeriahan perayaan Hari Jadi ke-106 Kabupaten Gunungkidul, acara tersebut juga menjadi ajang penggalangan dana untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.

OM Lorenza, yang dikenal membawakan lagu-lagu dangdut era 1980-an hingga 1990-an, sukses mengajak masyarakat berjoget bersama. Pertunjukan ini menghadirkan suasana nostalgia, dengan para penonton menikmati irama musik dangdut yang populer pada masanya.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih turut meramaikan acara tersebut. Mengenakan busana bergaya lawas, Endah bernyanyi dan berjoget bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul.

Baca juga: Polda DIY Mutasi 4 Pejabat, Dirreskrimum hingga Kapolres Gunungkidul Berganti

Namun, kegiatan itu tidak sekadar menjadi hiburan dalam rangka peringatan hari jadi kabupaten. Endah juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak masyarakat dan para donatur berpartisipasi membantu warga Gunungkidul yang menghadapi kekeringan di sejumlah wilayah.

Endah mengatakan, dirinya tidak hanya ingin menikmati pertunjukan musik, tetapi juga ikut menggalang dana melalui saweran dari penonton dan donatur yang hadir.

Baca juga: Operasi Cipta Kondisi di Bantul, Polisi Amankan 9 Tablet Alprazolam dan 44 Botol Miras

“Saya tidak hanya akan berjoget dan bernyanyi, tapi juga akan ngamen,” kata Endah sebelum acara joget bersama OM Lorenza dimulai.

Panitia menyediakan area khusus bagi masyarakat dan donatur yang ingin berjoget sekaligus memberikan sumbangan. Area tersebut menjadi bagian dari konsep penggalangan dana yang dikemas melalui hiburan musik dangdut lawas.

“Untuk yang mau berdonasi bagi siapa saja, kita sudah sediakan area joget ya,” ujar Endah.

Baca juga: Ban Belakang Pecah, Truk Bermuatan Kayu Terguling di Tikungan Hargodumilah

Suasana semakin semarak dengan kehadiran jajaran OPD, anggota DPRD, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang mengenakan busana bergaya era 1970-an hingga 1990-an. Sejumlah peserta juga membawa aksesori lawas untuk memperkuat nuansa nostalgia dalam acara tersebut.

Salah satu yang menarik perhatian adalah radio analog yang dibawa Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto. Radio tersebut merupakan barang peninggalan keluarga yang masih disimpannya hingga kini.

Baca juga: PSIM Vs Persija Digelar di Stadion Sultan Agung, Polisi Ingatkan Suporter soal Sportivitas

“Ini radio peninggalan embah saya yang diwariskan ke saya,” kata Rakhmadian di sela-sela berjoget.

Ketua panitia yang juga Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Gunungkidul MH. Arkham Mashudi mengatakan, penggalangan dana melalui saweran dalam pertunjukan OM Lorenza pada Jumat malam berhasil menghimpun dana sementara sebesar Rp 134.210.000. Jumlah tersebut masih bersifat sementara dan akan dipastikan setelah panitia melakukan evaluasi.

Baca juga: Prajurit Infanteri TNI AD Dikukuhkan di Paliyan, Ini Pesan Dandim Gunungkidul

“Angka sementara Rp 134.210.000. Untuk rilis jumlah pasti dan penyaluran akan dilaksanakan Senin setelah evaluasi, Mas,” ungkap Arkham.

Penggalangan dana tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan. Melalui perpaduan hiburan dan aksi sosial, peringatan Hari Jadi ke-106 Kabupaten Gunungkidul tidak hanya menjadi perayaan bersama, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.

Exit mobile version