BeritaPeristiwa

Balita Ditemukan Lemas dengan Tangan dan Kaki Terikat di Bantul, Ini Pengakuan Sang Ibu

Bantul (DIY), SURYAPOS.id – Seorang perempuan berinisial TKS (25), warga asal Gunungkidul yang tinggal di sebuah rumah kontrakan di wilayah Kedaton, Pleret, Bantul, diduga melakukan tindak kekerasan terhadap anak kandungnya yang masih berusia tiga tahun.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Senin (1/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB di sebuah rumah kontrakan di Padukuhan Kedaton, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul.

Baca juga: Gara-gara Diklakson, Pengendara Motor Diduga Aniaya Driver Ojol di Yogyakarta

Korban berinisial ACB (3), seorang anak perempuan, ditemukan dalam kondisi lemas di dalam kamar kontrakan yang ditempatinya bersama sang ibu.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa peristiwa itu terungkap setelah warga sekitar mendengar tangisan anak dari dalam kamar kontrakan.

“Seorang saksi yang merupakan tetangga korban melihat ibu korban keluar rumah sekitar pukul 17.00 WIB dan kembali sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah waktu Maghrib, saksi mendengar suara tangisan anak dari dalam kamar kontrakan,” ujar Iptu Rita.

Baca juga: Motor Pelajar Tabrak Juru Parkir dan Pikap di Wonosari, Satu Korban Cedera Kepala Berat

Menurut dia, sekitar pukul 20.50 WIB, saksi bersama pemilik kontrakan berinisiatif memeriksa kondisi di dalam kamar karena curiga tidak ada respons dari penghuni.

Setelah melakukan pengecekan melalui jendela kamar, keduanya mendapati korban dalam kondisi memprihatinkan.

“Korban ditemukan dalam keadaan lemas dengan mulut dilakban menggunakan plastik bening. Kedua tangan korban juga diikat menggunakan lakban bening, sementara kedua kakinya terikat menggunakan lakban dan selendang berwarna merah marun,” kata Iptu Rita.

Baca juga: Kematian Balita Setelah Sedasi CT Scan Dilaporkan, Kuasa Hukum Minta Penyidikan Transparan

Mengetahui kondisi tersebut, pemilik kontrakan segera menghubungi petugas Bhabinkamtibmas Kalurahan Pleret. Selanjutnya personel Polsek Pleret mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) dan penanganan awal.

Pengakuan Ibu Korban

Dalam pemeriksaan yang dilakukan polisi, TKS yang merupakan ibu kandung korban mengakui perbuatannya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, TKS mengaku melakban dan mengikat anaknya sebelum pergi keluar rumah. Ia berdalih tindakan tersebut dilakukan karena merasa lelah mengasuh anak seorang diri selama suaminya bekerja di Jakarta.

Baca juga: Kecelakaan di Jalan Playen-Getas Ngawu, Dua Pengendara Motor Alami Luka-luka

“Pelaku menyampaikan bahwa dirinya merasa sangat lelah mengurus anak sendirian dan ingin keluar untuk berjalan-jalan atau mencari hiburan sesaat. Namun alasan tersebut tentu tidak dapat membenarkan tindakan yang membahayakan keselamatan anak,” ujar Iptu Rita.

TKS juga mengaku tidak mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi terhadap anaknya akibat tindakan tersebut.

Korban Diasuh Keluarga Ayah

Sementara itu, korban saat ini telah berada dalam pengawasan dan perawatan keluarga dari pihak ayah kandungnya di wilayah Gunungkidul.

Baca juga: RUU Pemilu Harus Berkeadilan Wilayah, Gus Hilmy Dorong Pembahasan Dipercepat

Ayah korban, RF, yang bekerja di Jakarta, telah dimintai keterangan oleh penyidik. Dalam pemeriksaan, RF menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat peristiwa tersebut.

RF juga menyatakan tidak berkeinginan melaporkan istrinya secara pidana dan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Meski demikian, Rita menegaskan bahwa kasus yang menyangkut dugaan kekerasan terhadap anak tetap menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Baca juga: Empat Jabatan Strategis di Polres Gunungkidul Berganti

“Polisi tetap melakukan pendalaman dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku. Perlindungan terhadap anak menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kasus yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak,” kata Iptu Rita.

Pihak keluarga menyebut kondisi psikologis ibu korban diduga dipengaruhi kelelahan berkepanjangan akibat mengasuh anak seorang diri. Namun, aparat masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait seluruh aspek peristiwa tersebut untuk memastikan penanganan yang tepat dan mengutamakan keselamatan korban.

Exit mobile version