BeritaOrmasSosial

67 KK di Kemesu Rongkop Hadapi Krisis Air, Ra’Nggagas Solidarity Kirim 40 Tangki Air Bersih

Gunungkidul (DIY), SURYAPOS.id – Ormas Ra’Nggagas (RGG) Solidarity Jogjakarta menyalurkan bantuan 40 tangki air bersih kepada warga Padukuhan Kemesu, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul, Kamis (13/8/2026).

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan dihadiri jajaran Dit Binmas Polda DIY, Polsek Rongkop, pemerintah Kalurahan Semugih, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Ra’Nggagas Solidarity.

Baca juga: Jaga Jogja Tetap Aman dan Damai, GBN MI DIY Audiensi dengan Dirintelkam Polda DIY

Ketua Ormas Ra’Nggagas Solidarity Jogjakarta, Totok Agus Sudiraharjo atau akrab disapa Gogon, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil iuran sukarela dari seluruh anggota organisasi.

“Dalam rangka memperingati HUT RI ke-81, Ormas Ra’Nggagas Solidarity Jogjakarta menyalurkan bantuan air bersih di berbagai tempat. Setiap bantuan dari kami merupakan iuran dari anggota,” ujar Gogon.

Menurut Gogon, bantuan air bersih senilai Rp 6,4 juta tersebut setara dengan 40 tangki air.

Dia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian sosial organisasi terhadap warga yang membutuhkan.

“Harapan kami, ormas kami dapat selalu bermanfaat untuk masyarakat dan kegiatan seperti ini dapat terus rutin dilaksanakan,” kata Gogon.

Gogon juga menyampaikan apresiasi kepada Dit Binmas Polda DIY dan Polsek Rongkop yang turut hadir dalam kegiatan simbolis penyerahan bantuan tersebut.

Baca juga: Kebakaran Toko Sembako di Bantul, Kerugian Ditaksir Rp 1,1 Miliar

Sementara itu, Lurah Semugih Suyata, S.I.P., menyampaikan terima kasih atas kepedulian Ra’Nggagas Solidarity terhadap warga yang tengah mengalami krisis air bersih.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Ormas Ra’Nggagas yang telah datang dan memberikan bantuan air 40 tangki untuk masyarakat di Kalurahan Semugih,” ujar Suyata.

Suyata menjelaskan, Padukuhan Kemesu memiliki sekitar 67 kepala keluarga yang masih menghadapi persoalan ketersediaan air bersih.

Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena jaringan pipa saluran rumah (SR) belum tersambung ke wilayah Padukuhan Kemesu secara optimal.

“Kalau dilihat dari geografisnya, daerah Kemesu ini kekurangan air tentu tidak masuk akal. Akan tetapi, belum tersambungnya pipa SR menyebabkan krisis air benar-benar terjadi di padukuhan ini,” kata Suyata.

Baca juga: Hampir 4 Bulan Diburu, Pencuri Honda PCX di Bantul Ditangkap di Garut

Warga selama ini mengandalkan bak penampungan air hujan. Namun, sejak April hingga Agustus, minimnya hujan membuat persediaan air di bak penampungan semakin menipis.

Setelah persediaan habis, warga terpaksa membeli air dengan harga sekitar Rp 120.000 hingga Rp 150.000 per tangki. Satu tangki air hanya dapat digunakan sekitar satu minggu.

Suyata menyebut sejumlah pihak sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan air bersih ke Kemesu. Total bantuan yang masuk ke wilayah tersebut disebut hampir mencapai 200 tangki.

Meski demikian, masih terdapat tiga padukuhan lain di Kalurahan Semugih yang mengalami krisis air, yakni Karangwetan, Gandu, dan Kemiri.

Suyata berharap sebagian bantuan 40 tangki dari Ra’Nggagas Solidarity dapat dialihkan ke wilayah lain yang juga membutuhkan agar manfaatnya lebih merata.

Baca juga: Polsek Patuk Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Kekeringan dengan 8 Tangki Air Bersih

Gogon menegaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud semangat gotong royong keluarga besar Ra’Nggagas Solidarity untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kami merasa terpanggil dengan jiwa sosial untuk melangkah dengan sepenuh hati. Kami akan tetap berusaha hadir dalam hal kebaikan dan membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan,” ujar Gogon.

Selain di Semugih, Ra’Nggagas Solidarity juga menyalurkan bantuan air bersih di sejumlah wilayah DIY, di antaranya Gunungkidul dan Sleman. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang menghadapi krisis air selama musim kemarau.

Exit mobile version