YOGYAKARTA. Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) telah menyelenggarakan Workshop Nasional untuk Anggota DPRD Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Indonesia di Hotel New Saphir, Yogyakarta, pada tanggal 28 hingga 30 Juli 2026. Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta dan merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kemampuan anggota legislatif daerah sekaligus melakukan konsolidasi organisasi menjelang Pemilu 2029.
Workshop nasional ini dibuka oleh Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum dari Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik. Dalam sambutannya, Akmal menekankan betapa pentingnya anggota DPRD memahami posisi dan fungsi legislatif dalam kerangka pemerintahan daerah.
“Penting untuk anggota DPRD memiliki pemahaman yang mendalam tentang tugas legislatif dan pengelolaan pemerintahan daerah demi memperkuat peran mereka dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Akmal saat membuka acara tersebut, dikutip pada Kamis (30/7/2026).
Workshop Nasional DPRD PKN menghadirkan berbagai tema seputar sistem pemerintahan daerah, penguatan peran legislatif, pengawasan pelaksanaan pemerintahan, serta pengelolaan anggaran yang baik dan transparan.
Ketua Umum PKN, I Gede Pasek Suardika, menegaskan bahwa acara ini menunjukkan komitmen partai untuk meningkatkan kualitas sumber daya kader dan anggota DPRD PKN di berbagai daerah.
Dalam pidatonya, Gede menyatakan bahwa PKN dibentuk dengan semangat musyawarah, kerjasama, dan kebersamaan. Ia menyebut bahwa budaya politik ini menjadi dasar penting dalam menjaga kekompakan partai di tengah fluktuasi politik di tingkat nasional.
“Siapa pun yang memimpin Partai Kebangkitan Nusantara selalu diambil keputusan melalui musyawarah dan kerjasama. Budaya ini kami pertahankan dalam mengembangkan partai,” ungkap Gede.
Mantan wakil rakyat tersebut juga berpendapat bahwa kegiatan pengembangan kapasitas seperti workshop nasional sangat diperlukan bagi anggota DPRD. Ia menilai bahwa pengetahuan tentang legislatif dan regulasi perlu diperbarui secara rutin agar para wakil rakyat dapat melaksanakan tugas mereka dengan sebaik-baiknya.
Di sisi lain, Sekretaris Pimpinan Daerah PKN DIY, Atika Maulida, menyatakan bahwa Yogyakarta terpilih sebagai tuan rumah untuk workshop nasional tahun ini.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh anggota DPRD PKN dari berbagai provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Selama tiga hari, para peserta menerima pelatihan materi dari beberapa narasumber yang membahas berbagai aspek dari tugas dan fungsi DPRD.
“Anggota DPRD PKN dari beragam daerah berkumpul di Yogyakarta untuk hadir dalam workshop nasional ini. Selain mendapatkan pelatihan, acara ini juga berfungsi sebagai sarana silaturahmi dan konsolidasi organisasi,” jelas Atika.
Menurut Atika, saat ini PKN memiliki kurang lebih 57 anggota DPRD yang tersebar di berbagai daerah hasil Pemilu 2024. Meskipun belum memiliki perwakilan di DPR RI maupun DPD RI, partai tetap melakukan penguatan organisasi dan mempersiapkan untuk Pemilu 2029.
Fokus utama partai saat ini, lanjut Atika, adalah menyelesaikan proses verifikasi dan memperkuat struktur kepengurusan sampai ke tingkat daerah agar dapat berpartisipasi secara optimal dalam pemilu mendatang.
Pimpinan PKN DIY, Agus Setiabudhi, memberikan respon positif terhadap penyelenggaraan workshop nasional ini. Ia berpendapat bahwa kegiatan skala nasional di Yogyakarta tidak hanya memperkuat konsolidasi partai, tetapi juga memberikan dampak positif bagi daerah tersebut.
“Acara-acara nasional seperti ini memberikan energi positif bagi Yogyakarta karena membawa kader dan anggota DPRD dari berbagai daerah dalam satu forum pembelajaran dan konsolidasi,” tuturnya.
SON
Catatan :
Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) adalah partai politik di Indonesia yang dideklarasikan pada 28 Oktober 2021 dan dipimpin oleh Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum, dengan I Gede Pasek Suardika menjabat sebagai Ketua Majelis Agung.
Namun saat ini, posisi ketua umum digantikan I Gede Pasek Suardika dan Anas Urbaningrum menjadi dewan penasehat.
Partai ini berideologi Pancasila dan mendapat nomor urut 9 pada Pemilu 2024. Walaupun baru pertama kali ikut pemilu, partai ini berhasil meloloskan 57 anggotanya menjadi wakil di DPRD kota dan kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia
