Yogyakarta, SURYAPOS.id – Pengurus Dewan Pimpinan Provinsi Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPP GBN MI DIY) melakukan audiensi dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY Brigjen Pol. Faried Zulkarnaen, S.I.K., di Kantor BNNP DIY, Jalan Brigjen Katamso, Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Selasa (11/8/2026).
Audiensi tersebut membahas penguatan sinergi antara BNNP DIY dan GBN MI DIY dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Baca juga: Tabrakan 2 Motor di Ledoksari Wonosari, Pelajar 14 Tahun Patah Tulang
Ketua DPP GBN MI DIY Y. Heruwintoko mengatakan, pemberantasan bahaya narkoba merupakan bagian penting dari tanggung jawab kader bela negara. Menurut dia, ancaman narkoba tidak hanya berkaitan dengan persoalan kesehatan dan hukum, tetapi juga dapat mengancam ketahanan masyarakat dan generasi muda.
“Bahaya narkoba menjadi salah satu tugas dan tanggung jawab kader bela negara. Karena itu, kami siap bersinergi dengan BNNP DIY untuk ikut memberikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat agar bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkoba,” ujar Y. Heruwintoko.
Heruwintoko menambahkan, masyarakat perlu mewaspadai berbagai modus baru penyebaran narkoba yang menyasar generasi muda. Salah satunya melalui produk yang tampak biasa, seperti permen dan vape, maupun bentuk lainnya.
“Kami melihat perang melawan narkoba harus dilakukan secara bersama-sama. Ancaman dapat muncul dalam berbagai bentuk dan menyasar kelompok usia muda. Karena itu, kader bela negara harus ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan, edukasi, dan pengawasan di lingkungan masing-masing,” katanya.
Baca juga: Tingkatkan Akses Warga, Dandim 0730/Gunungkidul dan Bupati Tinjau Jembatan di Ponjong
Menurut Heruwintoko, sinergi dengan BNNP DIY juga menjadi bagian dari implementasi wawasan kebangsaan dan bela negara. Kader bela negara, kata dia, tidak hanya dituntut memiliki kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetapi juga berperan menjaga masyarakat dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan bangsa.
Dalam audiensi tersebut, GBN MI DIY juga menyampaikan rencana pelantikan pengurus DPP GBN MI DIY sekaligus pengukuhan ketua Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota (DPK) GBN MI se-DIY yang dijadwalkan berlangsung pada 5 September 2026.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi GBN MI DIY dalam kegiatan yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan, bela negara, cinta tanah air, serta pencegahan berbagai ancaman sosial di tengah masyarakat.
Audiensi dihadiri Ketua DPP GBN MI DIY Y. Heruwintoko, Sekretaris Teddy Hendrawan, S.H., M.H., Wakil Ketua Ony Agust Dhemiswara, Wakil Sekretaris Hartiningsih Raharjo, serta Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial Bambang Wito.
Baca juga: Musim Kemarau, Polres Gunungkidul Salurkan 25 Tangki Air Bersih ke Warga Tepus
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi program antara BNNP DIY dan GBN MI DIY, khususnya dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai bahaya narkoba dan memperkuat peran kader bela negara dalam menjaga generasi muda.
Selain isu narkoba, audiensi juga menegaskan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan, semangat bela negara, dan kecintaan terhadap tanah air sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang tangguh serta memiliki daya tahan terhadap berbagai ancaman.
