BeritaSuryapos

Romo Acun Hadiwidjojo, Tentang Obar Abir dan Aktivitasnya Menjaga Keamanan Yogyakarta

0-0x0-0-0#

Yogyakarta, SURYAPOS.id – Suasana Yogyakarta menyambut Ramadhan tahun ini memberikan nuansa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di tengah ketidakpastian perekonomian, harga-harga yang melambung tinggi dan situasi keamanan yang terlihat tenang namun berbeda dengan dunia sosial media yang hingar bingar.

KRT Purbokusumo atau dikenal dengan nama Romo Acun Hadiwidjojo selalu memonitor perkembangan kota Yogyakarta lewat jaringan radio amatir ORARI dan akun sosial media yang dimilikinya sebagai alat berkomunikasi setiap saat dengan warga. Romo Acun sebagai keluarga Kraton Yogyakarta yang selalu disibukkan setiap hari dengan urusan masyarakat, kemanan dan hubungan antar lembaga yang berkoordinasi langsung dengan pengageng kraton.

“Saya hanya abdi dalem. Tugas saya melindungi kraton dan menjaga keamanan Yogyakarta. Setiap hari saya berkomunikasi dengan berbagai organisasi masyarakat,” terang Romo Acun saat diwawancara di kediamannya, di Ndalem Notoprajan area kraton Yogyakarta.

Sepak tejang Romo Acun identik dengan laskar Obar Abir yang didirikannya untuk membasmi klitih: fenomena aktivitas kriminal kekerasan yang dilakukan kelompok tertentu dan merugikan masyarakat yang kerap menjadi korban tanpa motif dan tujuan yang jelas.

Baca juga: Truk Canter Hilang Kendali di Letter S Garongan, Terjun ke Sungai dan Terbalik Dini Hari

“Obar Abir itu laskar mandiri. Gerakan saya dan Obar Abir tidak ada hubungan sama sekali dengann Kraton Yogyakarta dalam bentuk apa pun,” tegas Romo Acun. Fokus Obar Abir adalah memberantas klitih dan membantu aparat berwajib dalam menciptakan keamanan di Yogyakarta.

Klitih yang awalnya adalah kegiatan jalan-jalan atau berkumpulnya para pemuda, dibelokkan maknanya menjadi negatif. Tiba-tiba saja muncul secara acak oleh beberapa pelaku yang tidak jelas asal usulnya.

Baca juga: Baru Saja Isi BBM, Mobil Warga Kulonprogo Mendadak Dilalap Api

“Saya dirikan Obar Abir untuk merespon klitih yang sudah membahayakan masyarakat. Tugas kami membantu aparat berwenang/polisi untuk menjaga keamanan dan menangkap pelaku klitih,” jelas Romo Acun saat menjawab cara kerja laskar Obar Abir. Secara teratur, kelompok Obar Abir melakukan kegiatan ronda bersama dengan menyisir daerah-daerah rawan dan sepi. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak 2021 dan berhasil menangkap banyak pelaku klitih yang diserahkan kepada kepolisian.

“Ada 30 orang anggota Obar Abir yang aktif. Kami secara bergiliran melakukan ronda keliling kota dengan swadaya. Komunitas ini berjalan mandiri. Hampir 5 tahun kami menjalankannya,” sambung Romo Acun. Masalah lain yang menjadi fokus perhatian adalah adanya ketegangan yang timbul akibat gesekan antara pendatang (mahasiswa perantauan) dan warga asli Yogyakarta. Beberapa bentrokan terjadi mengakibatkan stigma SARA menjadi isu debat yang tidak habis di media sosial.

Baca juga: Honda Supra Ditabrak Vario di Jalan Jogja-Wates, Pengendara Perempuan Patah Tulang

“Saya menggunakan akun Facebook untuk berkomunikasi dengan siapapun. Namun ada beberapa akun abal-abal di sana yang dibuat untuk provokasi dengan identitas palsu,” keluh Romo Acun saat menjelaskan aktivitasnya.

“Ingat, kaum pendatang yang bersekolah di Yogyakarta terjadi atas kesepakatan antar pemerintah daerah. Segala hal negatif yang terjadi seperti perkelahian dan kekerasan yang melibatkan kaum pendatang, sebaiknya dilaporkan segera ke polisi,” ucapnya.

Secara aktif Romo Acun berkoordinasi dengan pihak Polda, Polres hingga polsek untuk menyelesaikan berbagai kasus yang kadang kala melibatkan pendatang. Yogyakarta sebagai kota pendidikan menerima berbagai macam pendatang dengan bermacam latar belakang dan budayanya. Perilaku orang Jogja yang dikenal luwes dan ramah seringkali berhadapan dengan budaya pendatang luar jawa yang sering tidak sepaham.

Baca juga: Truk Keluar Jalur di Panggang, Tabrak Motor Supra, Pembonceng Tewas di Tempat

“Jalan satu-satunya jika terjadi kasus kekerasan dan bentrokan antara warga dan pendatang adalah memulangkan para pelaku ke daerahnya masing-masing,” saran Romo Acun yang sering menyebarkan video himbauan demi menjaga situasi yang kondusif.

Tentu saja banyak pihak yang mendukung gerakan beliau. Tapi ada juga yang mendebat pendapatnya dengan berkomentar di akun Facebook. Entah berapa besar energi yang dimiliki Romo Acun untuk menghadapi masalah ini.

“Saya punya usaha kafe dan panggung hiburan. Ini bulan Ramadhan, saya sengaja meliburkan usaha saya untuk sementara demi menghormati bulan ini. Saya menghimbau kepada teman-teman pengusaha yang bergerak di usaha hiburan malam, mari kita menahan diri dan meliburkan usaha sementara, demi menghormati bulan Ramadhan,” kata Romo Acun di akhir wawancara.

SON

Exit mobile version