BeritaPeristiwa

Pria 57 Tahun Meninggal Saat Bersihkan Gorong-gorong Irigasi di Kulonprogo

Kulonprogo (DIY), SURYAPOS.id – Seorang pria berinisial S (57), warga Sentolo, Kabupaten Kulonprogo, meninggal dunia setelah masuk ke dalam gorong-gorong saluran irigasi di sebelah selatan Puskesmas Sentolo II, Sabtu (26/9/2026) malam.

Korban diketahui masuk ke dalam gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat saluran irigasi. Namun, setelah sekitar 20 menit berada di dalam gorong-gorong, korban tidak lagi merespons panggilan dari rekan-rekannya.

Baca juga: Mobil Rental Digadaikan Tanpa Izin, Pria di Yogyakarta Ditangkap Polisi

Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko, mengatakan peristiwa tersebut bermula saat korban bersama enam orang lainnya mengairi sawah pada Sabtu sekitar pukul 15.30 WIB.

“Pada saat itu diketahui air di sebelah barat meluap. Diduga terdapat sumbatan di dalam gorong-gorong saluran irigasi sehingga korban bersama warga lainnya kemudian membersihkan saluran tersebut,” kata Sarjoko.

Baca juga: Sunarto Unggul di Pilur Kalurahan Bandung, Raih 1.107 Suara

Sekitar pukul 22.00 WIB, korban masuk ke dalam gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang menyumbat saluran. Teman-temannya sempat mengingatkan korban agar tidak masuk ke dalam gorong-gorong karena kondisinya sempit. Namun, korban tetap masuk untuk membersihkan saluran.

Saat berada di dalam gorong-gorong, korban beberapa kali dipanggil oleh teman-temannya untuk memastikan kondisinya. Ketika itu, korban masih dapat menjawab panggilan tersebut. Namun, sekitar 20 menit kemudian, korban tidak lagi memberikan respons meski sudah dipanggil berulang kali.

Baca juga: Elf Mundur Masuk Jurang di Tanjakan Bundelan Ngawen, 1 Penumpang Meninggal

Rekan-rekan korban kemudian menghubungi petugas Polsek Sentolo dan PMI Kulonprogo. Petugas piket Polsek Sentolo bersama petugas Reskrim dan Inafis Polres Kulonprogo, PMI, Basarnas, serta warga setempat kemudian melakukan pencarian dan evakuasi.

“Korban ditemukan berada di dalam gorong-gorong dengan jarak sekitar 10 meter dari lubang tempat korban masuk,” ujar Sarjoko.

Baca juga: Bawa Clurit Saat Naik Motor, 2 Pelajar di Bantul Diamankan Polisi

Proses evakuasi korban mengalami kendala karena kondisi gorong-gorong yang sempit. Petugas dan warga akhirnya harus membobol cor beton untuk membuka akses evakuasi.

Korban akhirnya berhasil dievakuasi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Saat ditemukan dan dievakuasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut.

Exit mobile version