Berita

Prambanan Jazz 2026 Siap Digelar 3-5 Juli 2026

0-0x0-0-0#

Yogyakarta(02/07/2026)– Ajang Prambanan Jazz Festival (PJF) 2026 segera digelar kembali di area Candi Prambanan, Sleman, pada tanggal 3-5 Juli 2026. Memasuki tahun penyelenggaraan yang ke-12, festival musik yang menggabungkan keindahan warisan budaya dunia dengan penampilan musik dari berbagai genre ini menampilkan banyak nama terkenal, seperti Michael Learns To Rock, NIKI, The Rose, dan pianis jazz internasional Joey Alexander.

Dengan semangat yang tinggi dari masyarakat, panitia tahun ini berupaya menjawab beberapa kritik yang muncul berkaitan dengan identitas Prambanan Jazz sebagai festival jazz. Pendiri Rajawali Indonesia sekaligus penggagas Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi, mengungkapkan bahwa mereka sengaja meningkatkan proporsi musik jazz dalam kurasi untuk tahun ini.

“Dari hasil analisis kami, sekitar 63 persen penampil di Prambanan Jazz 2026 memiliki elemen jazz. Persentase ini meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang di bawah 50 persen,” ungkap Anas dalam konferensi pers pada Kamis, 2 Juli 2026. Anas menjelaskan bahwa panitia Prambanan Jazz 2026 selalu memperhatikan dinamika wacana di sosial media yang memberikan kritik dan masukan terhadap hal teknis dan esensi musik yang dibawakan. “Saya selalu mencari grup musik yang mempunyai dasar permainan musik Jazz, tetapi kadang kala mereka malah bermain genre musik lainnya,” tutur Anas saat sesi diskusi

Dia menjelaskan salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menghadirkan program yang dinamakan “Playing Jazz”, di mana mereka mengundang musisi dari berbagai genre untuk menampilkan aransemen jazz. “Kami mendapat banyak kritik, terutama mengenai kehadiran musisi non-jazz di festival jazz. Oleh karena itu, tahun ini kami meluncurkan program ‘Playing Jazz’, yaitu mengajak musisi dari berbagai genre untuk membawakan aransemen jazz sambil berdiskusi langsung dengan mereka,” jelasnya.

Anas menegaskan bahwa pemilihan musisi untuk program tersebut tidak sembarangan. Proses kurasi mempertimbangkan dasar musik para penampil, termasuk pemahaman mereka tentang jazz.

“Kami menilai apakah mereka memiliki kemampuan dan pemahaman tentang jazz. Ternyata banyak di antara mereka yang mempunyai latar belakang jazz, sehingga konsep ini dapat dilaksanakan dengan baik,” katanya.

Ia memberi contoh grup Barasuara yang menyambut positif konsep ini. “Mereka mengatakan, jika diundang ke festival jazz, mereka akan menyesuaikan musik yang dibawakan. Menurut saya, itu menunjukkan kecerdasan dalam bermusik yang patut dihargai,” ujarnya.

Strategi Menghadirkan Jazz ke Generasi Muda


Di samping memperkuat elemen jazz dalam daftar penampil, Prambanan Jazz Festival 2026 juga menghadirkan panggung baru bernama Langgam yang khusus menampilkan musisi jazz murni. Anas mengakui, memperkenalkan jazz kepada generasi muda tidak bisa dilakukan secara paksa. Menurutnya, pendekatan yang diambil oleh Prambanan Jazz lebih bersifat kultural.

“Saya terinspirasi oleh strategi kebudayaan yang diterapkan oleh Sunan Kalijaga. Ia menyebarkan nilai-nilai melalui pendekatan budaya dan festival, ingat penyelenggaraan Sekaten adalah cara dakwah syiar, bukan dengan cara memaksa. Kami pun melakukan hal yang sama, memperkenalkan jazz secara perlahan kepada generasi saat ini,” ujarnya.

Sebagian besar penonton Prambanan Jazz berasal dari kalangan muda. Oleh karena itu, festival ini secara sengaja menghadirkan musisi populer untuk memperkenalkan mereka pada musik jazz. “Ketika mereka hadir untuk menyaksikan artis favoritnya, tiba-tiba mereka juga akan melihat penampilan dari pianis kelas dunia seperti Joey Alexander. Saya berharap mereka setelah itu berkata, ‘Ternyata jazz itu juga menarik’,” tutur Anas.

Ia berpendapat bahwa proses membangun budaya tidak dapat terjadi dalam waktu singkat. Memastikan keberlangsungan festival juga memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sponsor, pemilik lahan, musisi, dan penonton. Respons masyarakat terhadap penyelenggaraan tahun ini, menurut Anas, menunjukkan sikap yang sangat positif. Pada hari kedua festival bahkan telah habis terjual. “Saya menerima banyak pesan dari pemilik akomodasi yang memberi tahu bahwa kamar mereka telah penuh selama pelaksanaan Prambanan Jazz. Begitu juga dengan beberapa restoran dan tempat makan di sekitar lokasi festival yang mengalami peningkatan pengunjung hingga akhir pekan,” ujarnya.

Tentang Kurasi Grup Band Penampil

Sementara itu, Syahdu Rasjidi, selaku Kurator Prambanan Jazz Festival 2026, menyatakan bahwa peran kurator bukan hanya memilih penampil, tetapi juga memastikan festival terus berkembang tanpa kehilangan ciri khasnya. “Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pembicaraan mengenai Prambanan Jazz di kolom komentar. Menurut pendapat saya, itu menunjukkan bahwa banyak orang peduli terhadap festival ini. Saya menghargai setiap masukan yang ada,” kata putra maestro jazz Indonesia, Idang Rasjidi, tersebut.

Karena itu, pada tahun ini, mereka menegaskan kembali representasi jazz dengan menghadirkan artis-artis seperti Joey Alexander, Margie Segers, Karimata, dan Trisum. “Saya juga mengapresiasi konsep ‘Playing Jazz’ yang menyajikan genre lain namun tetap mendidik publik mengenai musik jazz dengan cara yang berbeda,” tambahnya.

Syahdu berpendapat, sebuah festival seharusnya memiliki identitas tetap, tetapi juga perlu untuk terus hidup dan berkembang. “Festival bukan hanya tentang siapa yang tampil di atas panggung, tetapi juga melibatkan ratusan orang di balik layar, pelaku UMKM, sponsor, tim produksi, dan seluruh ekosistem yang mendukungnya,” ujarnya.

Dia berharap para pengunjung yang datang untuk melihat musisi terkenal akan secara tidak sadar menemukan ketertarikan pada jazz. “Setelah pengunjung hadir di Prambanan Jazz, melihat penampil-penampil terkenal, kemudian beralih ke Karimata atau Joey Alexander dan berpikir, ‘Ternyata jazz tidak jelek, enak juga. ‘ Jika itu dapat terjadi, maka apa yang kami perjuangkan merupakan sebuah keberhasilan,” ucap Syahdu.

Adapun daftar penampil Prambanan Jazz Festival 2026 terbagi menjadi tiga hari. Pada hari pertama, Jumat, 3 Juli 2026, akan tampil Michael Learns To Rock, Xdinary Heroes, MOCCA, Rony Parulian, Sal Priadi, Barasuara, Perunggu Playing Jazz, Salma Salsabil Playing Jazz, The Panturas Playing Jazz, IDGITAF, ALI, Lomba Sihir, dan beberapa musisi lainnya.

Pada hari kedua, Sabtu, 4 Juli 2026, akan ada NIKI, Joey Alexander, Kahitna, Karimata, Margie Segers, GIGI, Letto, Yovie and Nuno, White Shoes and The Couples Company, serta sejumlah penampil lainnya.

Sedangkan pada hari ketiga, Ahad, 5 Juli 2026, festival akan ditutup oleh penampilan The Rose, Henry Moodie, Tulus, Maliq and D’Essentials, Ari Lasso, KLa Project, Rio Febrian, Jikustik, Fariz RM, Jogja Hip Hop Foundation Playing Jazz, dan sejumlah musisi lainnya.

Dengan berbagai pembaruan ini, Prambanan Jazz Festival 2026 berusaha untuk menjaga keseimbangan antara prinsip-prinsip musik jazz dan keberlanjutan festival yang telah menjadi salah satu agenda musik dan pariwisata terpenting di Yogyakarta.

SON

Exit mobile version