Yogyakarta(01/07/2026)— Menjelang penyelenggaraan Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026, panitia resmi memperkenalkan gagasan pelaksanaan, program terbaru, serta sinergi antar sektor dalam acara Press Conference JIKF 2026 yang dilaksanakan pada Rabu, 1 Juli 2026 di Soeltan Cafe, Yogyakarta, mulai pukul 15. 30 WIB hingga selesai. Kegiatan yang diadakan oleh Komunitas Angkasa Satu ini dihadiri oleh panitia, pekerja media, mitra dukungan, relawan, komunitas penggemar layang-layang, serta tamu internasional.
Memasuki edisi ke-11, JIKF tahun ini mengangkat tema “Melayang Bersama Keluarga Membentuk Generasi Emas yang Berkualitas. ” Tema tersebut dipilih untuk memberikan festival yang tidak hanya sebagai hiburan dan pementasan budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan, pengembangan kreativitas, serta pembentukan karakter generasi muda melalui seni layang-layang.
Tingginya antusiasme masyarakat terhadap JIKF 2026 terlihat dari banyaknya minat dalam program relawan. Sekitar 1. 000 orang yang mendaftar, panitia memilih 92 relawan yang akan turut mendukung serangkaian kegiatan festival. Sebanyak sekitar 400 orang akan terlibat dalam penyelenggaraan acara.
JIKF 2026 juga akan melibatkan peserta serta delegasi internasional dari 17 negara, termasuk kehadiran tamu dan komunitas penggemar layang-layang dari Lithuania, sebagai bagian dari usaha untuk memperkuat pertukaran budaya dan memperluas jaringan internasional melalui layang-layang.
Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, menyatakan bahwa tema tahun ini dipilih untuk memperkuat posisi festival sebagai wadah interaksi keluarga dan pendidikan antar generasi.
“Melalui tema Melayang Bersama Keluarga Membentuk Generasi Emas yang Berkualitas, kami ingin JIKF tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertunjukan, tetapi juga sebagai media pembelajaran, kreativitas, dan pengalaman budaya yang dapat membentuk generasi muda yang berkualitas,” katanya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, JIKF 2026 menghadirkan sejumlah program baru yang lebih fokus pada aspek pendidikan dan peningkatan kompetensi.
Salah satu program terbaru adalah Seminar dan Workshop Kite Aerial Photography, yaitu kegiatan fotografi udara menggunakan layang-layang yang ditujukan bagi masyarakat umum, pelajar, serta generasi muda untuk memahami pemanfaatan layang-layang dari perspektif teknologi dan kreativitas. Program ini dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Juli 2026, dengan pelaksanaan workshop utama pada 8 Juli 2026.
“Kami ingin menunjukkan bahwa layang-layang tidak hanya merupakan bagian dari budaya dan permainan tradisional, tetapi juga dapat berkembang menjadi sarana pendidikan, teknologi, dan kreativitas,” tambah Anang.
Di samping itu, JIKF 2026 juga mempersembahkan inovasi baru dengan Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia (OLLANESIA) yang telah dikurasi sebagai bagian dari pusat prestasi nasional sehingga sertifikat yang diberikan kepada peserta bisa digunakan sebagai pendukung dalam penilaian akademik.
Kompetisi tersebut terbagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan tingkat pendidikan, yaitu:
TK – SD kelas 1–2: mewarnai layang-layang
SD kelas 4–6: melukis layang-layang
SMP: merakit layang-layang
Serangkaian kegiatan OLLANESIA akan dilaksanakan di kawasan Parangkusumo, Yogyakarta.
Tidak hanya fokus pada festival, JIKF 2026 juga menggagas pendekatan pembelajaran berbasis proyek melalui pelatihan keterampilan untuk pelajar SMA dengan harapan para lulusan memiliki pengalaman dan kompetensi tambahan yang bermanfaat di masa depan.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum Komunitas Angkasa Satu, RDA Yuristianto, menyampaikan bahwa JIKF selama 11 tahun terus bertransformasi melalui evaluasi dan inovasi agar tidak hanya menjadi festival budaya, melainkan juga sebagai ruang kolaborasi yang berdampak luas.
Kami senantiasa berusaha untuk mengembangkan festival ini agar tidak hanya dikenal sebagai sebuah perayaan budaya, melainkan juga sebagai wadah untuk pendidikan, kerja sama, dan perkenalan budaya Indonesia secara internasional. Dia menambahkan bahwa pada tahun ini, JIKF juga menyediakan peningkatan pengalaman wisata melalui beragam kegiatan dan perjalanan budaya di beberapa daerah di Yogyakarta, sebagai bagian dari pengenalan budaya kepada peserta dari luar negeri.
“Kami ingin Yogyakarta semakin dikenal lewat pengalaman yang lebih dekat dengan penduduk dan kebudayaan lokal sehingga festival ini dapat memberikan kesan yang mendalam bagi seluruh peserta. ”
Dukungan untuk pelaksanaan JIKF 2026 juga disampaikan oleh Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata DIY, Antarikso Trisno Wibowo, yang memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan festival yang sudah memasuki tahun kesebelas.
“Kehadiran 17 negara merupakan kesempatan besar untuk meningkatkan pertukaran budaya serta memperluas dampak ekonomi kreatif dan pariwisata di daerah. ”
Menurutnya, penyelenggaraan JIKF di area Parangkusumo diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung, menggerakkan ekonomi komunitas setempat, serta memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat global. Antusiasme terhadap JIKF juga datang dari peserta internasional. Salah satunya adalah pelayang dari Lithuania, Saulė Varškevičiūtė, yang menyampaikan ketertarikan ikut serta dalam festival karena undangan dari komunitas pelayang internasional serta keinginannya untuk mengalami langsung budaya Indonesia.
“Saya datang ke Indonesia untuk merasakan langsung pengalaman dan bertemu dengan pelayang dari berbagai negara. Sampai saat ini, penyelenggara sangat ramah, pemandangan kotanya indah, dan saya sangat menikmati makanan lokal di Yogyakarta,” kata Saulė. Dia juga berharap agar masyarakat Indonesia terus memelihara semangat kebersamaan dan mempertahankan tradisi layang-layang sebagai sarana untuk menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang. “Teruslah saling mendukung dan terus menerbangkan layang-layang. Saya berharap semakin banyak orang yang dapat berpartisipasi dan mengunjungi Jogja International Kite Festival di masa mendatang. ”
Sebagai bagian dari peningkatan layanan untuk pengunjung, JIKF 2026 juga bekerja sama dengan Bluebird untuk mendukung akses transportasi ke lokasi festival.
Melalui kerja sama ini, pengunjung dapat menikmati diskon hingga 20 persen untuk pemesanan menggunakan aplikasi MyBluebird dengan kode promo JIKF selama periode kunjungan ke area Parangkusumo pada tanggal 11-12 Juli 2026. Program ini berlaku untuk berbagai layanan transportasi, baik reguler maupun premium, guna meningkatkan kenyamanan perjalanan para pengunjung.
Selain fasilitas transportasi, panitia juga menyediakan berbagai merchandise resmi JIKF 2026 yang dapat dibeli selama acara sebagai bagian dari pengalaman festival.
Dengan berbagai inovasi program, keterlibatan anak muda, kerja sama lintas sektor, serta partisipasi internasional yang semakin luas, Jogja International Kite Festival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi acara budaya tahunan, tetapi juga sebuah ruang pertemuan global yang memperkenalkan Yogyakarta dan Indonesia melalui kreativitas, budaya, dan semangat kebersamaan.
SON
