BeritaEdukasiSuryapos

Film Dokumenter “Langkah Akhir” Diputar di Klaten, Ingatkan Ancaman Polio yang Masih Mengintai

Klaten, Jawa tengah (06/05/2026). Sebenarnya, Indonesia telah dinyatakan bebas dari polio sejak tahun 2014. Namun, kemunculan kembali kasus baru di Kabupaten Klaten Jawa tengah pada tahun 2023 mengingatkan kita bahwa ancaman ini belum sepenuhnya hilang. Di tengah usaha untuk mempertahankan status bebas polio, masih terdapat tantangan terkait rendahnya cakupan imunisasi yang membuka kemungkinan munculnya kasus baru.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, dr. Anggit Budiarto, M. MR, saat acara pemutaran film dokumenter “Langkah Akhir: Sisa Bayang Polio di Indonesia” yang diadakan di Pendopo Kabupaten Klaten, Rabu (6/5). Kegiatan ini merupakan pemutaran ketiga, setelah sebelumnya ditayangkan perdana di Gedung IFI Yogyakarta pada akhir tahun 2025 dan di Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten pada bulan April lalu, di area tempat tinggal salah satu keluarga yang kisahnya diceritakan dalam film tersebut. Film yang diproduksi oleh proyek Synthesis and Translation of Research and Innovation in Polio Eradication (STRIPE) di bawah Pusat Kedokteran Tropis (PKT) UGM ini menceritakan kisah Najwa, seorang anak yang menderita kelumpuhan akibat polio, serta perjalanan hidup Mbak Ayah, penyintas polio yang menjadi atlet difabel berprestasi. Dua cerita yang melintas generasi ini menjadi pengingat bahwa dampak polio dapat berlangsung seumur hidup, bukan hanya sementara.

Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M. Sc. , Ph. D. , FRSPH

“Penularan masih memungkinkan terjadi, terutama di area dengan cakupan imunisasi yang belum merata,” ungkap Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M. Sc. , Ph. D. , FRSPH, yang memimpin proyek STRIPE Indonesia. Ia menekankan bahwa satu kasus saja sudah cukup untuk menjadi pengingat semua pihak agar tetap waspada. Lebih lanjut, Prof. Yodi menjelaskan bahwa dokumenter ini dibuat sebagai sarana advokasi untuk peningkatan kesehatan masyarakat. Melalui film ini, tim penelitian STRIPE Indonesia ingin menyampaikan bahwa keberhasilan dalam memberantas polio harus dijaga dengan komitmen dari berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan di garis depan, pembuat kebijakan yang menjamin ketersediaan vaksin, hingga masyarakat yang memahami pentingnya imunisasi.

Pemutaran film di Pendopo Kabupaten Klaten dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, agama, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi perempuan. Partisipasi berbagai pihak ini sangat penting dalam usaha meningkatkan cakupan imunisasi.

Dalam sesi diskusi setelah pemutaran film, peserta diajak untuk merenungkan pesan dalam film dan membahas langkah konkret untuk meningkatkan cakupan imunisasi di masyarakat. Setelah pemutaran film, acara dilanjutkan dengan diskusi. Salah satu narasumber dalam diskusi ini adalah Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Klaten, Fahrani Hamenang Wajar Ismoyo. Ia menekankan pentingnya peran PKK dalam mendampingi keluarga hingga ke tingkat terbawah, serta peran kader dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak ragu terhadap imunisasi.

“PKK memiliki peran penting dalam mendampingi keluarga hingga tingkat paling bawah untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat agar percaya pada imunisasi,” ujarnya.Melalui pemutaran ini, proyek STRIPE dan para mitra berharap film “Langkah Akhir” tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga bisa memicu perubahan. Pesan yang ingin disampaikan tetap sama: pencapaian bebas polio harus dipertahankan bersama, dan imunisasi adalah kunci untuk melindungi generasi mendatang dari penyakit yang seharusnya dapat dicegah.

SON

Catatan : Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:Pusat Kedokteran Tropis UGMGedung Penelitian dan Pengembangan FK-KMK UGMSayap utara lantai 2Jl. Medika, Sendowo, Sinduadi, Kec. Mlati Kab. SlemanDaerah Istimewa YogyakartaTelp. 0274-547147 Whatsapp +62822 40000 896

Exit mobile version