Yogyakarta(27/12/2025). Menjelang akhir tahun 2025, Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) Bantul mengadakan acara diskusi yang diikuti pemuda dan mahasiswa di Yogyakarta. Acara ini memghadirkan DR Sukamta – wakil ketua Komisi I DPR, DR Rukiyati M.Hum – dosen pasca sarjana UNY dan Nia Sari S.Pd.
Acara diskusi berlangsung seru dengan berbagai macam topik dari masalah ideologi, kondisi bencana alam Sumatera dan masalah program MBG yang mendapat kritik pedas dari peserta acara.
Sukamta mengatakan bahwa kegiatan RKP sudah menjadi agenda insidentil yang menjadi ajang diskusi dan kolaborasi pemuda di Indonesia.
“Anak muda ini aktif di medsos namun kadang tidak melihat realita di kenyataan. Kami mencoba mengumpulkan teman-teman muda untuk berdialog di sini,” terang Sukamta saat diwawancara di Luang Waktu tempat penyelenggaraan kegiatan.”Kita pernah melakukan kegiatan bersih pantai dan kegiatan membersihkan sampah di alun-alun kidul kraton.”
DR Rukiyati membuka ruang tanya jawab terhadap pertanyaan peserta di sesi presentasi. Beberapa masalah tentang MBG menjadi pokok bahasan karena menurut penanya, program MBG menjadi sumber berkurangnya anggaran di bidang pendidikan dan bidang lain termasuk porsi anggaran untuk tanggap bencana. Rukiyati mengakui perlu diadakannya audit terhadap program tersebut dan pemerintah wajib mengevaluasi program MBG di tahun depan. Sukamta menambahkan, bahwa kita sebaiknya menggunakan prasangka baik untuk program tersebut dan tetap bersama mengawasinya.
Di akhir wawancara, Sukamta memberikan tambahan informasi tentang persiapan relawan PKS dalam membantu bencana alam di Sumatera. “Kami di Partai Keadilan Sejahterah menyiapkan relawa. Untuk membantu program pemulihan di Sumatera khususnya daerah Aceh. Kami mempersiapkan untuk program yang cukup lama, meraka para relawan harus tinggal berbulan-bulan di sana sampai kondisi recovery berhasil dijalankan,” terang Sukamta menutup wawancara.
SON
